Home

Login Form



Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ni136
mod_vvisit_counterKemarin225
mod_vvisit_counterMinggu ini1201
mod_vvisit_counterMinggu kemarin1480
mod_vvisit_counterBulan ini3830
mod_vvisit_counterBulan kemarin4460
mod_vvisit_counterTotal59862

Online (20 minutes ago): 9
Your IP: 38.107.179.222
,
Now is: 2012-05-18 15:34

Waktu

Ulti Clocks content
 
bulletin dinkes kota jogja
Situasi DBD Kota Yogyakarta terkini PDF Cetak E-mail
Oleh ytn 2012   
Senin, 23 Agustus 2010 02:00

Jumlah kasus DBD di Kota Yogyakarta Tahun 2011

2012-03-22 

 

Sejak bulan Desember 2011 ini, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditemukan di Kota Yogyakarta sejumlah 460 penderita atau bila dihitung insiden ratenya diketahui sebesar 9,5 per 10.000 jiwa. Dari jumlah tersebut 2 (dua) orang diantaranya meninggal dunia sehingga angka kematian DBD tahun ini sudah mencapai 0,4 %. Dibandingkan dengan lima tahun terakhir ini jumlah kasus DBD sangat rendah dan selalu berada di bawah garis rata-rata setiap bulan. Pemantauan ada tidaknya KLB DBD selalu dilakukan salah satunya menggunakan Grafik Minimal-Maksimal. Apabila jumlah kasus DBD tahun ini melebihi Jumlah rata-rata selama lima tahun maka harus waspada adanya indikasi terjadinya KLB. Namun sebenarnya KLB baru akan terjadi bila jumlah kasus bulan ini telah melebihi garis maksimum.

Pada tahun 2011 jumlah kasus DBD setiap bulan tidak ada yang ,melebih jumlah rata-rata kasus selama lima tahun terakhir sehingga tidak terdapat Kejadian Luar Biasa (KLB) sebagaimana grafik berikut. 

 


 

Dilihat dari penyebarannya, jumlah kasus terbanyak berada pada wilayah kelurahan Sorosutan dengan jumlah 28 penderita. Namun berdasarkan data jumlah penduduk yang ada, bila dihitung insiden rate-nya (IR) maka yang tertinggi adalah Kelurahan Gedongkiwo dengan IR sebesar 29,4 per 10.000 jiwa. Dua wilayah kelurahan yang tidak terdapat kasus DBD adalah Kotabaru dan Bausasran, sehingga kedua kelurahan tersebut pada tahun 2012 tidak lagi menjadi wilayah endemis DBD. Sebagaimana kita tahu bahwa kriteria Wilayah Endemis DBD adalah bila selama tiga tahun berturut-turut ditemukan kasus DBD di suatu wilayah.

 

 


 


 

Comments (0)

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
 
Hakcipta © 2012 bulletin dinkes kota jogja. Semua Hak Dilindungi.
Joomla! adalah perangkat lunak gratis yang dirilis dibawah lisensi GNU/GPL.
 

Polling

Bagaimanakah pelayanan puskesmas di kota jogjakarta?
 

yang online saat ini

Terdapat 7 Tamu online