Artikel

Manajemen Diri Pasien Diabetes Mellitus dengan DiaRin+

18/12/2025 14:00:58 WIB

Tim Website Dinkes

Ilustrasi (ft. Unair)

Diabetes Mellitus masih permasalahan kesehatan di Kota Yogyakarta, pada Tahun 2024 penderita Diabetes Mellitus (DM) di Kota Yogyakarta sebanyak 17.251 orang dengan prevalensi sebesar 5,12% (dari penduduk usia > 15 tahun). Seluruh penderita telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar sebagaimana amanat Permenkes No. 6 Tahun 2024.

Pada tatalaksana Diabetes Mellitus, motivasi pasien memiliki peran penting, terutama dalam mencegah perburukan. Dibutuhkan kesadaran dan kesabaran karena tatalaksana yang panjang dan lama (sepanjang hidup). Tatalaksana Diabetes Mellitus mulai dari edukasi, perencanaan makanan, latihan jasmani, penggunaan obat (intervensi farmakologi) dan pemantauan gula darah dilakukan secara terencana dan terukur dengan melibatkan pasien.

Peran dalam manajemen diri pasien untuk aware dengan dirinya dalam mengotrol gula darah perlu dikuatkan. Manajemen asupan makan, aktifitas fisik, kedisiplinan konsumsi obat dan pemantauan gula darah dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien di luar pelayanan fasilitas pelayanan kesehatan. Perekaman mandiri yang baik akan menjadi informasi bagi fasilitas kesehatan dalam memberikan tatalaksana Diabetes Melllitus.

Memperhatikan hal tersebut STIKES YKY mengajukan studi kepada Dinas Kesehatan untuk pengembangan aplikasi bagi pasien Diabetes Mellitus di Kota Yogyakarta dengan subyek pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Wirobrajan, Mergangsan dan Tegalrejo. Aplikasi manajemen diri pasien Diabetes Mellitus yang diberi tajuk DiaRin+ disesuaikan dengan kebutuhan program P2P PTM. Diharapkan hasil studi dan pengembangan aplikasi manajemen diri pasien Diabetes Mellitus tersebut dapat dimanfaatkan oleh pasien dan membantu fasilitas kesehatan (puskesmas) dalam memberikan pelayanan pasien DM melalui informasi yang secara aktif direkam oleh pasien secara mandiri.

Berikut dokumen : feasibility studi DiaRin+