Berita
PENTINGNYA PENGUATAN JEJARING SURVEILANS DI RUMAH SAKIT BETHESDA LEMPUYANGWANGI
Dilihat 1474 kali 10/06/2016 01:13:03 WIB
Tim Website Dinkes
Selasa, 19 April 2016 diadakan pertemuan penguatan Jejaring Surveilans Rumah Sakit di ruang rapat RS Bethesda Lempuyangwangi. Pertemuan ini disambut langsung oleh Direktur rumah sakit dan dihadiri oleh masing-masing kepala bagian rumah sakit. Direktur rumah sakit memberikan respon yang baik dengan diadakannya pertemuan pengutan jejaring surveilans rumah sakit.
Tujuan pertemuan ini adalah untuk mempererat hubangan antara rumah sakit dengan dinas kesehatan terutama bagian surveilans, merefresh sistem surveilans rumah sakit dan pelaporannya, serta pengutan surveilans PD31: AFP, Campak, Tetanus, TN, Difteri.
Dalam pertemuan ini membahas tentang dasar pelaksanaan survelans epidemiologi yang tertuang dalam KEPMENKES NO. 1116/MENKES/SK/ VIII/ 2003 (diperbarui NO. 45 Tahun 2014) dan KEPMENKES NO. 1479/MENKES/ SK/X/2003. Selain itu yang tentang pelaporan kasus di rumah sakit > 24 jam, pengambilan specimen kasus campak, AFP, dan laporan rumah sakit .
Pada kasus campak lebih ditekankan untuk pengambilan spesimen tidak hanya dilakukan pada golongan anak-anak saja tetapi SEMUA UMUR dengan gejala demam + rash yang diikuti salah satu dari batuk, pilek atau mata merah. Dari pihak rumah sakit mengungkapkan ”pasien yang mau diambil spesimennya selalu menunggu hasil pemeriksaan laboratoriumnya, akan tetapi ada juga pasien yang tidak mau diambil spesimennya”. Hal ini tidak jauh beda dengan masalah yang dihadapi rumah sakit lainnya, sehingga keluarga pasien perlu diedukasi tentang tujuan spesimen ini diambil. Selanjutnya, untuk kasus AFP spesimen hanya diambil pada anak- anak usia < 15 tahun. Spesimen ini diambil 2 kali, dengan jarak waktu antara pengambilan spesimen 1 dan 2 minimal 24 jam, dan tidak boleh diambil pada hari ke-14.
Untuk pelaporan rumah sakit yaitu mingguan W2 dan bulanan STP kelengkapannya sudah mencapai 100% , namun untuk ketepatannya belum mencapai 100%. Dari pihak rumah sakit menyatakan kurangnya sumberdaya ini menyebabkan belum bisa mencapai target untuk ketepatan dalam pengiriman, namun rumah sakit sendiri akan berusaha untuk dapat mencapai target dalam ketepatan dan mempertahankan kelengkapannya.
-
Optimalisasi SIMONA dan SIPNAP untuk Pemantauan Interaksi Obat83x tampil20/05/2026
-
Dinkes Membuka Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan255x tampil12/05/2026
-
Kota Yogyakarta masuk Nominasi Kota Percontohan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nasional272x tampil12/05/2026
-
Semiloka Nasional Adinkes 2026 di Mataram, Dinkes Kota Yogyakarta Memperoleh Special Appreciation393x tampil06/05/2026
-
Pelantikan Pejabat di Lingkungan Dinas Kesehatan686x tampil29/04/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-18 Tahun 2026, 3 - 9 Mei 2026176x tampil13/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-17 Tahun 2026, 26 April - 2 Mei 2026226x tampil08/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-16 Tahun 2026, 19 - 25 April 2026255x tampil30/04/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-15 Tahun 2026, 12 - 18 April 2026264x tampil24/04/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-14 Tahun 2026, 5 - 11 April 2026292x tampil17/04/2026
- HARI INI 16.677
- BULAN INI 117.990
- TAHUN INI 696.933
- SEMINGGU TERAKHIR 46.715
- SEBULAN TERAKHIR 177.866
- SETAHUN TERAKHIR 1.827.587
- TOTAL PENGUNJUNG 10.443.654