Berita
PENTINGNYA PENGUATAN JEJARING SURVEILANS DI RUMAH SAKIT BETHESDA LEMPUYANGWANGI
Dilihat 1601 kali 10/06/2016 01:13:03 WIB
Tim Website Dinkes
Selasa, 19 April 2016 diadakan pertemuan penguatan Jejaring Surveilans Rumah Sakit di ruang rapat RS Bethesda Lempuyangwangi. Pertemuan ini disambut langsung oleh Direktur rumah sakit dan dihadiri oleh masing-masing kepala bagian rumah sakit. Direktur rumah sakit memberikan respon yang baik dengan diadakannya pertemuan pengutan jejaring surveilans rumah sakit.
Tujuan pertemuan ini adalah untuk mempererat hubangan antara rumah sakit dengan dinas kesehatan terutama bagian surveilans, merefresh sistem surveilans rumah sakit dan pelaporannya, serta pengutan surveilans PD31: AFP, Campak, Tetanus, TN, Difteri.
Dalam pertemuan ini membahas tentang dasar pelaksanaan survelans epidemiologi yang tertuang dalam KEPMENKES NO. 1116/MENKES/SK/ VIII/ 2003 (diperbarui NO. 45 Tahun 2014) dan KEPMENKES NO. 1479/MENKES/ SK/X/2003. Selain itu yang tentang pelaporan kasus di rumah sakit > 24 jam, pengambilan specimen kasus campak, AFP, dan laporan rumah sakit .
Pada kasus campak lebih ditekankan untuk pengambilan spesimen tidak hanya dilakukan pada golongan anak-anak saja tetapi SEMUA UMUR dengan gejala demam + rash yang diikuti salah satu dari batuk, pilek atau mata merah. Dari pihak rumah sakit mengungkapkan ”pasien yang mau diambil spesimennya selalu menunggu hasil pemeriksaan laboratoriumnya, akan tetapi ada juga pasien yang tidak mau diambil spesimennya”. Hal ini tidak jauh beda dengan masalah yang dihadapi rumah sakit lainnya, sehingga keluarga pasien perlu diedukasi tentang tujuan spesimen ini diambil. Selanjutnya, untuk kasus AFP spesimen hanya diambil pada anak- anak usia < 15 tahun. Spesimen ini diambil 2 kali, dengan jarak waktu antara pengambilan spesimen 1 dan 2 minimal 24 jam, dan tidak boleh diambil pada hari ke-14.
Untuk pelaporan rumah sakit yaitu mingguan W2 dan bulanan STP kelengkapannya sudah mencapai 100% , namun untuk ketepatannya belum mencapai 100%. Dari pihak rumah sakit menyatakan kurangnya sumberdaya ini menyebabkan belum bisa mencapai target untuk ketepatan dalam pengiriman, namun rumah sakit sendiri akan berusaha untuk dapat mencapai target dalam ketepatan dan mempertahankan kelengkapannya.
-
Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Terintegrasi CKG di Kota Yogyakarta363x tampil13/08/2026
-
Bimtek Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk Pengusaha IRTP285x tampil10/08/2026
-
Koordinasi Penggunaan Fingerprint untuk Pasien di Puskesmas Kota Yogyakarta432x tampil29/07/2026
-
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia, 28 Juli582x tampil28/07/2026
-
Pelatihan Manajemen Risiko Pegawai Dinas Kesehatan470x tampil27/07/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-33 Tahun 2026, 16 - 22 Agustus 202699x tampil28/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-32 Tahun 2026, 9 - 15 Agustus 2026158x tampil21/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-31 Tahun 2026, 2 - 8 Agustus 2026199x tampil14/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-30 Tahun 2026, 26 Juli - 1 Agustus 2026254x tampil07/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-29 Tahun 2026, 19 - 25 Juli 2026222x tampil31/07/2026
- HARI INI 2.582
- BULAN INI 23.032
- TAHUN INI 1.123.878
- SEMINGGU TERAKHIR 26.403
- SEBULAN TERAKHIR 105.012
- SETAHUN TERAKHIR 1.739.383
- TOTAL PENGUNJUNG 10.870.599