Berita
Kadinkes Kota Yogyakarta : Hati-hati Makanan 'kemebul' karena Nitrogen Cair
Dilihat 5035 kali 12/01/2023 01:29:18 WIB
Tim Website Dinkes

Mengkonsumsi produk pangan cepat saji dengan rasa dingin, bisa mengeluarkan asap dari mulut saat memakannya memberikan sensasi dan experiences yang menyenangkan bagi anak-anak dan remaja. Ada beragam makanan demikian yang dijual digerai atau restoran cepat saji. Sensasi tersebut didapatkan karena penambahan nitrogen cair pada makanan tersebut. Cairan ini jernih, tidak berwarna dan tidak berbau sehingga tidak mengubah rasa jika digunakan untuk makanan.

Artikel terkait : Risiko Penambahan Nitrogen Cair dalam Makanan bagi Kesehatan
Beberapa kasus terkait dengan konsumsi makanan dengan nitrogen cair belakangan ini muncul di beberapa tempat ; seperti terjadinya luka bakar pada anak yang mengkonsumsi ice smoke di desa Ngasinan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo pada Juli 2022, KLB Keracunan makanan pada 23 orang dan 1 orang dirujuk ke Rumah Sakit dengan Gejala timbul setelah mengkonsumsi jajanan jenis ciki ngebul pada 19 Nopember 2022. Dan seorang anak masuk IGD RS Haji Jakarta dengan keluhan nyeri perut hebat setelah mengkonsumsi jajanan jenis ciki ngebul. Memperhatikan hal tersebut Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melalui Kepala Dinas Kesehatan untuk hati-hati mengkonsumsi makanan yang ditambahkan dengan nitrogen cair.

“Dampak buruk pada kesehatan seperti radang dingin dan luka bakar terutama pada beberapa jaringan lunak seperti kulit, kesulitan bernafas, tenggorokan terasa terbakar dan lainnya”, jelas drg. Emma Rahmi Aryani MM, Kadinkes Kota Yagyakarta menjelasakan.
“Kami menghimbau warga Kota Yogyakata untuk berhati-hati atau sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang ditambahkan nitrogen cair tersebut, supaya terhindar dari risiko sakit karena nitrogen cair, apalagi tidak menambah nilai gizi dari makanan tersebut”. Tegas Kepala Dinas Kesehatan.
Sebagai antisipasi dan menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal P2P Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan bersama UPT Puskemas dan Rumah Sakit melakukan pengawasan dan edukasi kepada pengusaha pangan, pelajar dan lainnya serta kesiapan tatalaksana jika terjadi KLB Keracunan Pangan. (SDR)

-
Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Terintegrasi CKG di Kota Yogyakarta340x tampil13/08/2026
-
Bimtek Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk Pengusaha IRTP271x tampil10/08/2026
-
Koordinasi Penggunaan Fingerprint untuk Pasien di Puskesmas Kota Yogyakarta419x tampil29/07/2026
-
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia, 28 Juli561x tampil28/07/2026
-
Pelatihan Manajemen Risiko Pegawai Dinas Kesehatan455x tampil27/07/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-33 Tahun 2026, 16 - 22 Agustus 202679x tampil28/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-32 Tahun 2026, 9 - 15 Agustus 2026145x tampil21/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-31 Tahun 2026, 2 - 8 Agustus 2026177x tampil14/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-30 Tahun 2026, 26 Juli - 1 Agustus 2026240x tampil07/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-29 Tahun 2026, 19 - 25 Juli 2026211x tampil31/07/2026
- HARI INI 3.762
- BULAN INI 12.028
- TAHUN INI 1.112.874
- SEMINGGU TERAKHIR 25.509
- SEBULAN TERAKHIR 105.117
- SETAHUN TERAKHIR 1.741.309
- TOTAL PENGUNJUNG 10.859.595