Berita
Kenali Difteri, Segera ke Puskesmas Jika Mengalami Gejala
Dilihat 3724 kali 15/01/2025 13:29:32 WIB
Tim Website Dinkes
Difteri adalah penyakit menular berbahaya yang berisiko menimbulkan infeksi serius dan memiliki potensi mengancam jiwa. Penyakit ini ditularkan oleh bakteri, yang dikenal dengan bakteri Corynebacterium diphteriae. Ditularkan secara langsung melalui percikan ludah dari penderita difteri saat batuk, bersin atau berbicara atau tidak secara langsung dari percikan air liur yang menempel pada benda yang digunakan sehari-hari seperti sendok, gelas dan lainnya.

Berikut pertanyaan seputar Difteri yang perlu diketahui ;
Apa gejala klinis Difteri?
Gejala difteri umumnya muncul 2 sampai 5 hari dari infeksi berupa
- Demam dan menggigil karena infeksi
- Nyeri tenggorokan dengan suara serak
- Sulit bernafas atau nafas yang cepat.
- Ciri khas difteri munculnya lapisan tipis berwarna keabu-abuan yang menutupi amandel
- Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.

Siapa saja yang dapat tertular Difteri?
Difteri dapat menjangkit pada semua kelompok umur dengan risiko tinggi pada orang yang tidak mendapat vaksin difteri secara lengkap.

Faktor risiko tertular dan perburukan Difteri?
- Berinteraksi dengan penderita Difteri
- Bepergian ke wilayah yang terjangkit Difteri (KLB dan/atau wabah)
- Tinggal pada pemukiman padat, buruk hygiene dan sanitasinya
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Bagaimana pengobatan Difteri dan kapan dilakukan?
Difteri harus diobati di faskes seperti Puskesmas oleh tenaga medis. Pemeriksaan dan pengobatan dilakukan jika merasakan gejala klinik setelah 2-5 hari berinteraksi dengan penderita Difteri.
Bagaimana memastikan terinfeksi Difteri?
Dugaan infeksi Difteri jika muncul lapisan abu-abu di tenggorokan atau amandel, selanjutnya dipastikan dengan pemeriksaan hasil lendir usap atau swab tenggorokan di laboratorium.
Hasil pemeriksaan laboratorium digunakan untuk memastikan terjadinya infeksi Difteri.

Bagaimana cara mencegah penularan?
- Menggunakan APD (masker) dan menjaga jarak interaksi jika berinteraksi dengan penderita Difteri
- Menggunakan obat profilaksis khususnya tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan secara langsung
- Memberikan imunisasi DPT pada anak usia 2,3,4 dan 18 bulan dan anak usia 5 tahun

Bagaimana pengobatan Difteri?
Pengobatan dilakukan untuk mengendalikan gejala klinis yang ditimbulkan, pemberian serum antidifteri ADS) dan antibiotik untuk menghilangkan bakteri.
ADS diberikan pada penderita dengan membran keabu-abuan pada tenggorokan dan amanmdel. Antibiotik diberikan sesuai dengan dosis dengan memperhatikan waktu pemberian dan wajib (harus) habis.
(shol dari berbagai sumber)

-
Kunjungan Kerja Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang ke Dinkes Kota Yogyakarta83x tampil10/07/2026
-
Dibuka Bimbingan Teknis Keamanan pangan bagi PIRT di Kota Yogyakarta pada Juli 2026152x tampil08/07/2026
-
dr. Lana Unwanah, MKM., Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta353x tampil02/07/2026
-
Purna Tugas drg. Emma Rahmi Aryani, MM, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta195x tampil02/07/2026
-
Evaluasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Kota Yogyakarta192x tampil01/07/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-25 Tahun 2026, 21 - 27 Juni 202622x tampil10/07/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-24 Tahun 2026, 14 - 20 Juni 2026113x tampil29/06/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-23 Tahun 2026, 7 - 13 Juni 2026109x tampil19/06/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-22 Tahun 2026, 31 Mei - 6 Juni 2026162x tampil12/06/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-21 Tahun 2026, 24 - 30 Mei 2026133x tampil11/06/2026
- HARI INI 3.910
- BULAN INI 42.783
- TAHUN INI 904.156
- SEMINGGU TERAKHIR 31.463
- SEBULAN TERAKHIR 117.232
- SETAHUN TERAKHIR 1.756.002
- TOTAL PENGUNJUNG 10.650.877