Berita

Kenali Difteri, Segera ke Puskesmas Jika Mengalami Gejala

Dilihat 3431 kali   15/01/2025 13:29:32 WIB

Tim Website Dinkes

Difteri adalah penyakit menular berbahaya yang berisiko menimbulkan infeksi serius dan memiliki potensi mengancam jiwa. Penyakit ini ditularkan oleh bakteri, yang dikenal dengan bakteri Corynebacterium diphteriae. Ditularkan secara langsung melalui percikan ludah dari penderita difteri saat batuk, bersin atau berbicara atau tidak secara langsung dari percikan air liur yang menempel pada benda yang digunakan sehari-hari seperti sendok, gelas dan lainnya.

 

img_20250115133141_image.png
Ilustrasi gejala Difteri, lapisan abu-abu menutupi tenggorok atau amandel (gbr. tribunhealth.com)

Berikut pertanyaan seputar Difteri yang perlu diketahui ; 
Apa gejala klinis Difteri?

Gejala difteri umumnya muncul 2 sampai 5 hari dari infeksi berupa

  • Demam dan menggigil karena infeksi
  • Nyeri tenggorokan dengan suara serak
  • Sulit bernafas atau nafas yang cepat.
  • Ciri khas difteri munculnya lapisan tipis berwarna keabu-abuan yang menutupi amandel
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.

 

img_20250115134919_image.png
Lapisan abu-abu menutupi tenggorok atau amandel pada penderita Difteri (ft. KlikDokter.com)

Siapa saja yang dapat tertular Difteri?

Difteri dapat menjangkit pada semua kelompok umur dengan risiko tinggi pada orang yang tidak mendapat vaksin difteri secara lengkap.

img_20221012150940_image.png

Faktor risiko tertular dan perburukan  Difteri?

  • Berinteraksi dengan penderita Difteri
  • Bepergian ke wilayah yang terjangkit Difteri (KLB dan/atau wabah)
  • Tinggal pada pemukiman padat, buruk hygiene dan sanitasinya
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

 

img_20250115133517_image.png
Imunisasi DPT mencegah infeksi Dipteri, Pertusis dan Tetanus (ft. Alodokter.com)

Bagaimana pengobatan Difteri dan kapan dilakukan?

Difteri harus diobati di faskes seperti Puskesmas oleh tenaga medis. Pemeriksaan dan pengobatan dilakukan jika merasakan gejala klinik setelah 2-5 hari berinteraksi dengan penderita Difteri.

Bagaimana memastikan terinfeksi Difteri?

Dugaan infeksi Difteri jika muncul lapisan abu-abu di tenggorokan atau amandel, selanjutnya dipastikan dengan pemeriksaan hasil lendir usap atau swab tenggorokan di laboratorium.

Hasil pemeriksaan laboratorium digunakan untuk memastikan terjadinya infeksi Difteri.

img_20221011153304_image.png

Bagaimana cara mencegah penularan?

  • Menggunakan APD (masker) dan menjaga jarak interaksi jika berinteraksi dengan penderita Difteri
  • Menggunakan obat profilaksis khususnya tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan secara langsung
  • Memberikan imunisasi DPT pada anak usia 2,3,4 dan 18 bulan dan anak usia 5 tahun

 

img_20250115133400_image.png
Menggunakan masker mencegah penularan Difteri (ft. genbest.id)

Bagaimana pengobatan Difteri?

Pengobatan dilakukan untuk mengendalikan gejala klinis yang ditimbulkan, pemberian serum antidifteri ADS) dan antibiotik untuk menghilangkan bakteri.

ADS diberikan pada penderita dengan membran keabu-abuan pada tenggorokan dan amanmdel. Antibiotik diberikan sesuai dengan dosis dengan memperhatikan waktu pemberian dan wajib (harus) habis.

(shol dari berbagai sumber)

img_20241104134112_image.png