Berita
Kenali Difteri, Segera ke Puskesmas Jika Mengalami Gejala
Dilihat 3997 kali 15/01/2025 13:29:32 WIB
Tim Website Dinkes
Difteri adalah penyakit menular berbahaya yang berisiko menimbulkan infeksi serius dan memiliki potensi mengancam jiwa. Penyakit ini ditularkan oleh bakteri, yang dikenal dengan bakteri Corynebacterium diphteriae. Ditularkan secara langsung melalui percikan ludah dari penderita difteri saat batuk, bersin atau berbicara atau tidak secara langsung dari percikan air liur yang menempel pada benda yang digunakan sehari-hari seperti sendok, gelas dan lainnya.

Berikut pertanyaan seputar Difteri yang perlu diketahui ;
Apa gejala klinis Difteri?
Gejala difteri umumnya muncul 2 sampai 5 hari dari infeksi berupa
- Demam dan menggigil karena infeksi
- Nyeri tenggorokan dengan suara serak
- Sulit bernafas atau nafas yang cepat.
- Ciri khas difteri munculnya lapisan tipis berwarna keabu-abuan yang menutupi amandel
- Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.

Siapa saja yang dapat tertular Difteri?
Difteri dapat menjangkit pada semua kelompok umur dengan risiko tinggi pada orang yang tidak mendapat vaksin difteri secara lengkap.

Faktor risiko tertular dan perburukan Difteri?
- Berinteraksi dengan penderita Difteri
- Bepergian ke wilayah yang terjangkit Difteri (KLB dan/atau wabah)
- Tinggal pada pemukiman padat, buruk hygiene dan sanitasinya
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Bagaimana pengobatan Difteri dan kapan dilakukan?
Difteri harus diobati di faskes seperti Puskesmas oleh tenaga medis. Pemeriksaan dan pengobatan dilakukan jika merasakan gejala klinik setelah 2-5 hari berinteraksi dengan penderita Difteri.
Bagaimana memastikan terinfeksi Difteri?
Dugaan infeksi Difteri jika muncul lapisan abu-abu di tenggorokan atau amandel, selanjutnya dipastikan dengan pemeriksaan hasil lendir usap atau swab tenggorokan di laboratorium.
Hasil pemeriksaan laboratorium digunakan untuk memastikan terjadinya infeksi Difteri.

Bagaimana cara mencegah penularan?
- Menggunakan APD (masker) dan menjaga jarak interaksi jika berinteraksi dengan penderita Difteri
- Menggunakan obat profilaksis khususnya tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan secara langsung
- Memberikan imunisasi DPT pada anak usia 2,3,4 dan 18 bulan dan anak usia 5 tahun

Bagaimana pengobatan Difteri?
Pengobatan dilakukan untuk mengendalikan gejala klinis yang ditimbulkan, pemberian serum antidifteri ADS) dan antibiotik untuk menghilangkan bakteri.
ADS diberikan pada penderita dengan membran keabu-abuan pada tenggorokan dan amanmdel. Antibiotik diberikan sesuai dengan dosis dengan memperhatikan waktu pemberian dan wajib (harus) habis.
(shol dari berbagai sumber)

-
Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Terintegrasi CKG di Kota Yogyakarta345x tampil13/08/2026
-
Bimtek Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk Pengusaha IRTP275x tampil10/08/2026
-
Koordinasi Penggunaan Fingerprint untuk Pasien di Puskesmas Kota Yogyakarta428x tampil29/07/2026
-
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia, 28 Juli569x tampil28/07/2026
-
Pelatihan Manajemen Risiko Pegawai Dinas Kesehatan459x tampil27/07/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-33 Tahun 2026, 16 - 22 Agustus 202685x tampil28/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-32 Tahun 2026, 9 - 15 Agustus 2026150x tampil21/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-31 Tahun 2026, 2 - 8 Agustus 2026183x tampil14/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-30 Tahun 2026, 26 Juli - 1 Agustus 2026246x tampil07/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-29 Tahun 2026, 19 - 25 Juli 2026215x tampil31/07/2026
- HARI INI 3.330
- BULAN INI 14.513
- TAHUN INI 1.115.359
- SEMINGGU TERAKHIR 24.738
- SEBULAN TERAKHIR 104.199
- SETAHUN TERAKHIR 1.738.767
- TOTAL PENGUNJUNG 10.862.080