Berita
Kenali Difteri, Segera ke Puskesmas Jika Mengalami Gejala
Dilihat 3431 kali 15/01/2025 13:29:32 WIB
Tim Website Dinkes
Difteri adalah penyakit menular berbahaya yang berisiko menimbulkan infeksi serius dan memiliki potensi mengancam jiwa. Penyakit ini ditularkan oleh bakteri, yang dikenal dengan bakteri Corynebacterium diphteriae. Ditularkan secara langsung melalui percikan ludah dari penderita difteri saat batuk, bersin atau berbicara atau tidak secara langsung dari percikan air liur yang menempel pada benda yang digunakan sehari-hari seperti sendok, gelas dan lainnya.

Berikut pertanyaan seputar Difteri yang perlu diketahui ;
Apa gejala klinis Difteri?
Gejala difteri umumnya muncul 2 sampai 5 hari dari infeksi berupa
- Demam dan menggigil karena infeksi
- Nyeri tenggorokan dengan suara serak
- Sulit bernafas atau nafas yang cepat.
- Ciri khas difteri munculnya lapisan tipis berwarna keabu-abuan yang menutupi amandel
- Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.

Siapa saja yang dapat tertular Difteri?
Difteri dapat menjangkit pada semua kelompok umur dengan risiko tinggi pada orang yang tidak mendapat vaksin difteri secara lengkap.

Faktor risiko tertular dan perburukan Difteri?
- Berinteraksi dengan penderita Difteri
- Bepergian ke wilayah yang terjangkit Difteri (KLB dan/atau wabah)
- Tinggal pada pemukiman padat, buruk hygiene dan sanitasinya
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Bagaimana pengobatan Difteri dan kapan dilakukan?
Difteri harus diobati di faskes seperti Puskesmas oleh tenaga medis. Pemeriksaan dan pengobatan dilakukan jika merasakan gejala klinik setelah 2-5 hari berinteraksi dengan penderita Difteri.
Bagaimana memastikan terinfeksi Difteri?
Dugaan infeksi Difteri jika muncul lapisan abu-abu di tenggorokan atau amandel, selanjutnya dipastikan dengan pemeriksaan hasil lendir usap atau swab tenggorokan di laboratorium.
Hasil pemeriksaan laboratorium digunakan untuk memastikan terjadinya infeksi Difteri.

Bagaimana cara mencegah penularan?
- Menggunakan APD (masker) dan menjaga jarak interaksi jika berinteraksi dengan penderita Difteri
- Menggunakan obat profilaksis khususnya tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan secara langsung
- Memberikan imunisasi DPT pada anak usia 2,3,4 dan 18 bulan dan anak usia 5 tahun

Bagaimana pengobatan Difteri?
Pengobatan dilakukan untuk mengendalikan gejala klinis yang ditimbulkan, pemberian serum antidifteri ADS) dan antibiotik untuk menghilangkan bakteri.
ADS diberikan pada penderita dengan membran keabu-abuan pada tenggorokan dan amanmdel. Antibiotik diberikan sesuai dengan dosis dengan memperhatikan waktu pemberian dan wajib (harus) habis.
(shol dari berbagai sumber)

-
Dinkes Membuka Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan247x tampil12/05/2026
-
Kota Yogyakarta masuk Nominasi Kota Percontohan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nasional267x tampil12/05/2026
-
Semiloka Nasional Adinkes 2026 di Mataram, Dinkes Kota Yogyakarta Memperoleh Special Appreciation391x tampil06/05/2026
-
Pelantikan Pejabat di Lingkungan Dinas Kesehatan683x tampil29/04/2026
-
Memperingati Hari Malaria Sedunia 2026, Kota Yogyakarta Tetap Waspadai Kasus Impor592x tampil29/04/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-18 Tahun 2026, 3 - 9 Mei 2026173x tampil13/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-17 Tahun 2026, 26 April - 2 Mei 2026224x tampil08/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-16 Tahun 2026, 19 - 25 April 2026253x tampil30/04/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-15 Tahun 2026, 12 - 18 April 2026262x tampil24/04/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-14 Tahun 2026, 5 - 11 April 2026287x tampil17/04/2026
- HARI INI 3.571
- BULAN INI 103.144
- TAHUN INI 682.087
- SEMINGGU TERAKHIR 31.869
- SEBULAN TERAKHIR 163.020
- SETAHUN TERAKHIR 1.812.741
- TOTAL PENGUNJUNG 10.428.808