Berita

KEMENKO PMK Monitoring Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kesehatan di Kota Yogyakarta

Dilihat 784 kali   05/12/2025 08:50:12 WIB

Tim Website Dinkes

img_20251205085504_image.png
Monitoring dan evaluasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kemenko PMK di Puskesmas Mergangsan

Mergangsan. Kamis, 4 Desember 2025 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan monitoring dan evaluasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan di Kota Yogyakarta.

Mengutip laman Kemenko PMK (kemenkopmk.go.id) pada 10 Oktober 2025, Menko PMK menjelaskan PHTC pada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan difokuskan pada percepatan penuntasan tuberkulosis (TBC), pembangunan rumah sakit berkualitas, serta pelaksanaan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). 

img_20251205111019_image.png

Tim Monitoring PHTC Kemenko PMK melakukan Kunjungan lapangan  ke beberapa layanan publik bidang kesehatan di DIY. Khusus monitoring dan evaluasi pelayanan Tuberkulosis (TBC) kunjungan dilakukan ke Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta. Selain Tuberkulosis, tema Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Tegalrejo dan Monitoring Stunting di Puskesmas Umbulharjo 2.

Sebanyak 7 orang anggota Tim Monitoring Kemenko PMK dan 1 orang pendamping dari Dinas Kesehatan Provinsi DIY diterima Kepala Bidang P2P PD SIK Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dr. Lana Unwanah didampingi Kepala Seksi P2PM Imunisasi dr. Endang Sri Rahayu dan Kepala Puskesmas Mergangsan drg. Risa Dhiana Permanasari.

 

img_20251205085709_image.png
Foto bersama Tim Monitoring dan evaluasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kemenko PMK, Pendamping Dinkes Prov. DIY, Dinkes Kota Yogyakarta dan undangan lainnya

Kepala Puskesmas Mergangsan drg. Risa menjelaskan bahwa estimasi dan target temuan kasus Tuberkulosis di puskesmas terjadi tren penurunan pada tahun 2024 dan 2025 mengikuti estimasi yang ditetapkan oleh Kementerian kesehatan. Tren demikian dibenarkan oleh Kabid P2PD SIK dr. Lana Unwanah untuk Tingkat Kota Yogyakarta juga mengalami tren yang sama, dan pada tahun 2030 diestimasikan temuan kasus sampai dengan 50% dari temuan tertinggi pada tahun 2023.

img_20221012150940_image.png

Puskesmas Mergangsan telah mengimplementasikan seluruh program pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis  baik Investigasi kontak, skrining di puskesmas dan wilayah, optimalisasi PMO, supervisi programmer TB dan lainnya. Puskesmas Mergangsan juga inovasi fast track untuk percepatan pelayanan Tuberkulosis di puskesmas yang bertujuan memberikan kenyamanan pelayanan pasien Tuberkulosis dan pasien lainnya serta mengurangi risiko penularan di fasilitas pelayanan kesehatan. (shol)

img_20241203104206_image.png