Berita
Praktik Baik dari Kota Yogyakarta untuk Kota-Kota di 12 Negara Kawasan Asia Pasifik
Dilihat 470 kali 30/01/2026 11:41:10 WIB
Tim Website Dinkes
Jakarta. Mengikuti presentasi Wawali Kota Yogyakarta di depan Walikota (kepala daerah) dari 121 kota di 12 negara kawasan Asia Pasific dalam forum The 8th Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development Summit di Jakarta pada 25-26 Januari 2026 ada hal menarik yang dapat diimplementasikan di kota-kota lain di kawasan Asia Pasifik.

Wawali dengan jelas dan rinci menyampaikan praktik baik implementasi pengendalian asap rokok melalui kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) ditempat publik strategis dan tempat kerja serta pencegahan perilaku merokok pada siswa sekolah melalui pendekatan teman sebaya.


Setidaknya ada empat hal positif yang disampaikan Wawali Kota Yogyakarta pada APCAT Summit Ke-8.
Pertama, presentasi disampaikan di forum internasional, di depan walikota dan kepala daerah di kawasan Asia-Pasific, materi yang disampaikan tentu memiliki nilai lebih dalam perspektif pembangunan kesehatan masyarakat (public health) khususnya terkait dengan tobacco control dan related dengan komitmen awal APCAT.
Sebagaimana diketahui di awal pendirian pada tahun 2016 aliansi Walikota (kepala daerah) tersebut diberi nama Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control (APCAT) and NCDs Prevention yang didedikasikan untuk meningkatkan pengendalian tembakau di kawasan Asia Pasifik.

Kedua, pengendalian asap rokok dengan kebijakan penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) memiliki nilai strategis dalam pengurangan dampak asap rokok -di tempat umum, lingkungan kerja dan tempat publik strategis- sehingga akan mengurangi faktor risiko penyakit akibat asap rokok dan mencegah penyakit cancer, jantung, hipertensi, kelainan janin dan lainnya (NCDs Preventions/Pencegahan PTM).

Ketiga, keberhasilan pencegahan penyakit tidak menular (PTM) memberikan dampak positif secara ekonomi bagi individu, masyarakat dan negara.
Sebagaimana diketahui bahwa dampak ekonomi tatalaksana PTM (upaya kuratif) sangat signifikan bagi individu, masyarakat dan negara. Pengobatan PTM membutuhkan biaya atau anggaran yang besar yang akan membebani keuangan perseorangan, masyarakat dan negara.
Keempat, pencegahan perilaku merokok sejak dini (pada usia sekolah) akan memberikan efek berkelanjutan terhadap pengendalian dampak asap rokok dan pencegahan penyakit tidak menular di masyarakat khususnya pada generasi mendatang. (shol)

-
Evaluasi DASI PENSI DIKOTA, Aplikasi Pengingat Kunjungan Rutin Pasien Hipertensi dan DM238x tampil25/05/2026
-
Pemetaan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Kota Yogyakarta182x tampil22/05/2026
-
Optimalisasi SIMONA dan SIPNAP untuk Pemantauan Interaksi Obat233x tampil20/05/2026
-
Dinkes Membuka Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan378x tampil12/05/2026
-
Kota Yogyakarta masuk Nominasi Kota Percontohan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nasional351x tampil12/05/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-19 Tahun 2026, 10 - 16 Mei 202672x tampil26/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-19 Tahun 2026, 10 - 16 Mei 202666x tampil26/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-18 Tahun 2026, 3 - 9 Mei 2026236x tampil13/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-17 Tahun 2026, 26 April - 2 Mei 2026341x tampil08/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-16 Tahun 2026, 19 - 25 April 2026312x tampil30/04/2026
- HARI INI 4.412
- BULAN INI 7.886
- TAHUN INI 751.910
- SEMINGGU TERAKHIR 26.300
- SEBULAN TERAKHIR 162.462
- SETAHUN TERAKHIR 1.830.093
- TOTAL PENGUNJUNG 10.498.631