Berita
Belum Ada Kasus Penyakit Nipah di Indonesia, Namun Tetap Waspada
Dilihat 5664 kali 05/02/2026 15:02:44 WIB
Tim Website Dinkes
Nipah merupakan jenis penyakit zoonosis atau penyakit yang berasal dari hewan. Nipah ditularkan dari hewan pembawa atau reservoir utama kelelawar buah (Pteropus sp.) atau codot (nama Jawa) melalui air liur maupun air kencing. Penyakit Nipah yang disebabkan oleh virus nipah pertama kali ditemukan di kampung Sungai Nipah, Malaysia pada tahun 1998-1999. Saat itu Nipah menjangkit di peternakan babi akibat penularan dari kelelawar buah.

Nipah dapat menular dari hewan ke hewan, hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia. Nipah memiliki fatalitas tinggi sebesar 40-70% dengan menyerang otak (ensepalitis), menurunkan kesadaran dan kejang. Beberapa negara selain Malaysia yang pernah melaporkan kasus Nipah diantaranya India, Bangladesh dan Filipina. Pada 26 Januari 2026, India melaporkan 2 kasus konfirmasi Nipah tanpa kematian di Negara Bagian West Bengal dan sampai saat ini tidak ditemukan penambahan kasus.


“Di Indonesia, belum ditemukan kasus Nipah pada manusia”, jelas Solikhin Dwi R, MPH., Ketua Tim Kerja Surveilans PD SIK Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
“Namun demikian tetap waspada terhadap faktor risiko penularan dengan memperhatikan mobilitas manusia lintas negara terutama dari negara yang mengalami kejadian luar biasa dan hasil penelitian di Indonesia yang menunjukkan adanya bukti serologis dan deteksi virus pada reservoir alami kelelawar buah (Pteropus sp.)”, papar Solikhin DR.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan dan verifikasi tren kasus suspek meningitis/ensefalitis, Influenza Like Illness (ILI), ISPA, dan pneumonia. Pemantauan dilakukan melalui pelaporan surveilans berbasis indikator (indicator based surveillance).
“Dalam satu minggu ini dari 29 januari sampai 5 Februari 2026 tidak terjadi lonjakan kunjungan pasien ISPS, Pneumonia dan ILI”, jelas Solikhin DR berdasarkan data pemantauan harian penyakit pernafasan yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

Diharapkan masyarakat tetap waspada walaupun belum ada kasus Nipah di Yogyakarta. Masyarakat dapat berperan dalam mencegah penyakit virus Nipah secara aktif dengan :
- Tidak mengonsumsi air nira/aren (di Yogya air sadapan bunga kelapa bahan gula merah) langsung setelah diambil dari penampung di pohonnya karena kelelawar dapat mengontaminasi sadapan aren/nira atau kelapa pada malam hari oleh karenanya perlu dimasak sebelum dikonsumsi;
- Cuci dan kupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi ;
- Buang buah yang ada tanda gigitan kelelawar;
- Konsumsi daging ternak secara matang
Jika telah terjadi infeksi virus Nipah
- Tidak mengonsumsi hewan yang terinfeksi virus Nipah;
- Menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, serta memakai masker apabila mengalami gejala, termasuk kelompok rentan;
- Hindari kontak dengan hewan ternak (seperti babi dan kuda) yang kemungkinan terinfeksi virus Nipah, apabila terpaksa harus melakukan kontak, maka menggunakan APD;
- Bagi tenaga kesehatan dan keluarga yang merawat serta petugas laboratorium yang mengelola spesimen pasien terinfeksi, menerapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dengan benar.
(shol, dari berbagai sumber)

-
Pengukuhan Pengurus Wilayah Yayasan Kanker Indonesia Kota Yogyakarta Masa Bakti 2026-20317x tampil23/07/2026
-
Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026 di Kota Yogyakarta41x tampil23/07/2026
-
Agustus 2026 Imunisasi HPV anak laki-laki di Kota Yogyakarta90x tampil22/07/2026
-
Vaksin HPV untuk Anak Laki-laki, Pentingkah?110x tampil21/07/2026
-
Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Rumah Sakit di Kota Yogyakarta4194x tampil15/07/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-28 Tahun 2026, 12 - 18 Juli 20264x tampil23/07/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-27 Tahun 2026, 5 - 11 Juli 202660x tampil17/07/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-26 Tahun 2026, 28 Juni - 4 Juli 202655x tampil14/07/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-25 Tahun 2026, 21 - 27 Juni 2026108x tampil10/07/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-24 Tahun 2026, 14 - 20 Juni 2026159x tampil29/06/2026
- HARI INI 2.331
- BULAN INI 95.679
- TAHUN INI 957.052
- SEMINGGU TERAKHIR 24.572
- SEBULAN TERAKHIR 123.682
- SETAHUN TERAKHIR 1.754.938
- TOTAL PENGUNJUNG 10.703.773