Berita

Kota Jogja, Jamin Mutu Pelayanan Puskesmas dengan Pemenuhan Ketersediaan Obat

Dilihat 679 kali   09/02/2026 10:52:41 WIB

Tim Website Dinkes

Umbulharjo. Ketersediaan obat di puskesmas merupakan salah satu indikator penjaminan mutu pelayanan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan. Ketersediaan obat di puskesmas dipantau setiap bulan dan dievaluasi secara keseluruhan setiap akhir tahun anggaran. Ketersediaan obat sebagai amanat UU RI Nomor 17 Tahun 2023 merupakan unsur penunjang penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

 

img_20260209110308_image.png
Sosialisasi Hasil Perencanaan Obat, BMHP, Bahan Laboratorium dan Alat Kesehatan Tahun 2026

Memperhatikan hal tersebut Dinas Kesehatan melalui Seksi Farmasi Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman (Farmalkesmakmin) menyusun perencanaan kebutuhan obat dalam rangka memenuhi ketersediaan obat pada tahun 2026. Perencanaan melibatkan 18 puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan pengguna dan dispensing obat dan perbekalan farmasi lainnya.

”Proses perencanaan obat dilakukan secara bottom up berdasarkan usulan kebutuhan dari puskesmas dan programer kesehatan di Dinkes. Pada akhirnya, dengan proses perencanaan obat yang baik diharapkan dapat menghasilkan obat yang tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, dan dengan kualitas yang baik, yang dapat menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat”, jelas apt. Dina Anitasari, S.Farm., M.Farm., Kepala Seksi Farmalkesmakmin.

img_20251205111019_image.png

apt. Dina menambahkan bahwa kompilasi usulan kebutuhan direview oleh Tim Teknis Perencana Obat, Alat Kesehatan, BMHP dan Bahan Laboratorium Dinas Kesehatan dengan mengacu pada Daftar Obat Esensial Nasional dan Formularium Nasional.

 

img_20260209111405_image.png
Pelayanan obat pasien di Puskesmas Ngampilan Kota Yogyakarta

Rabu, 4 Februari 2026 Seksi Farmasi Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman menyelenggarakan pertemuan Sosialisasi Hasil Perencanaan Obat, BMHP, Bahan Laboratorium dan Alat Kesehatan Tahun 2026 hasil review usulan kebutuhan obat tahun 2026. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan, Kabid SDK, Kepala Seksi Farmalkesmakmin, Tim Teknis Perencana Obat, Alat Kesehatan, BMHP dan Bahan Laboratorium Dinas Kesehatan dan Apoteker Penanggungjawab Puskesmas. Pada kesempatan tersebut seluruh puskesmas menerima feedback terhadap hasil review usulan kebutuhan logistik tahun 2026.

img_20221012150940_image.png

“Dengan disampaikan feed back berupa review usulan kebutuhan logistik tahun 2026 ke masing-masing puskesmas, diharapkan pengelolaan logistik dapat terus ditingkatkan sehingga jaminan ketersediaan obat semakin optimal”, harap apt. Dina

Kepala Dinas Kesehatan drg. Emma Rahmi Aryani, MM pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap jajaran penyelenggara kefarmasian baik di Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

 

img_20260209110330_image.png
Kepala Dinas Kesehatan drg. Emma Rahmi Aryani, MM memberikan penghargaan pada Puskesmas Ngampilan sebagai penyelenggara Program Farmalkesmakin terbaik Tahun 2025

Kadinkes memberikan piagam penghargaan kepada 3 puskesmas yang melaksanakan Program Farmasi Alat Kesehatan dan Makanan Minuman pada tahun 2025 terbaik berdasarkan evaluasi yang dilaksanakan oleh Seksi Farmalkesmakmin. Tiga puskesmas terbaik Puskesmas Ngampilan, Puskesmas Gondokusuman I dan Puskesmas Mantrijeron. Diharapkan dengan pemberian piagam penghargaan dapat meningkatkan motivasi seluruh puskesmas dalam menyelenggarakan Program Farmasi Alat Kesehatan dan Makanan Minuman. (dina_farmalkesmakmin/shol)

img_20241203104206_image.png