Berita

Optimalisasi SIMONA dan SIPNAP untuk Pemantauan Interaksi Obat

Dilihat 261 kali   20/05/2026 11:41:46 WIB

Tim Website Dinkes

Kunjungan pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Yogyakarta tercatat lebih dari 2 juta orang per-tahun (jumlah : 2.405.841 orang, Profil Kesehatan 2025). Jika separuh pasien diberikan obat lebih dari satu item dalam perawatannya maka akan ada potensi interaksi sebanyak lebih dari 1 juta per-tahun. Sebagaimana diketahui, penggunaan obat secara bersamaan memiliki potensi interaksi antarobat. Interaksi obat yang tidak terkontrol dapat menyebabkan efek samping serius, menurunkan efektivitas terapi, memperpanjang masa perawatan, bahkan meningkatkan risiko kematian.

img_20260520132322_image.png
Pembinaan Pelayanan Kefarmasian di Fasilitas Pelayanan Kesehatan


Memperhatikan hal tersebut tatalaksana (manajemen) interaksi obat penting dilakukan oleh fasilitas kesehatan untuk memberikan jaminan keselamatan pasien dan efektivitas pengobatan di fasilitas Kesehatan. 
Kepala Seksi Farmasi Alat Kesehatan dan Makanan Minuman (Farmalkes Makmin) Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta apt. Dina Anitasari, S.Farm, M.Farm menjelaskan bahwa dalam upaya pemantauan dan pengendalian interaksi obat, Dinkes Kota Yogyakarta menerapkan SIMONA (Sistem Informasi Monitoring dan Pembinaan Fasilitas Pelayanan Kefarmasian) dan SIPNAP Narkotika dan Psikotropika serta melakukan pembinaan secara berkala kepada faskes.

img_20251205111019_image.png
img_20260520132341_image.png
Apoteker penanggungjawab faskes wajib memahami interaksi obat dan penggunaan aplikasi SIMONA dan SIPNAP


“Pada tahun 2026 ini, Dinas Kesehatan telah melakukan pembinaan pada 7 Mei 2026. Melalui SIMONA dan SIPNAP pemantauan, evaluasi serta pembinaan pelayanan farmasi di  klinik, puskesmas, dan rumah sakit, apotek dan toko obat dapat dilakukan”, terang apt. Dina. Selain pemantauan dan evaluasi, aplikasi SIMONA dan SIPNAP dapat digunakan dalam pengumpulan dan integrasi data pelaporan dari fasilitas kesehatan, evaluasi mutu pelayanan, analisis indikator kesehatan, mendukung pembinaan dan pengawasan fasilitas kesehatan, dan mendukung perencanaan serta pengambilan kebijakan kesehatan.

img_20221012150940_image.png

Fungsi evaluasi, analisis, perencanaan dan pengambilan kebijakan akan optimal jika pengisian lengkap oleh seluruh fasilitas kesehatan.
“Idealnya seluruh faskes di Kota Yogyakarta melakukan pengisian SIMONA dan SIPNAP secara lengkap”, tegas apt. Dina memberikan konfirmasi terkait keterlibatan faskes dalam pengisian aplikasi. 
“Untuk mengoptimalkan keterlibatan semua faskes dalam penggunaan SIMONA dan SIPNAP Dinkes memberikan apresiasi kepada faskes yang disiplin dalam pengisian data pada aplikasi”, tambah Kasi Farmalkesmakmin. Pada kegiatan pembinaan 27 Mei 2026 Dinas Kesehatan memberikan apresiasi pelaporan SIPNAP dan SIMONA Tahun 2025 terbaik untuk Apotek Suci, Klinik Pratama Polresta Yogyakarta dan Toko Obat Manna Kampus Supeno.
 

img_20260520132402_image.png
Kepala Dinas Kesehatan memberikan apresiasi kepada Faskes yang disiplin dalam pengisian data SIMONA dan SIPNAP

Terkait dengan hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta drg. Emma Rahmi Aryani, MM menyampaikan harapan agar komitmen tenaga kefarmasian dalam memberikan pelayanan kefarmasian semakin berkualitas, aman, dan selalu berorientasi pada keselamatan pasien termasuk komitmen dan kedisplinan dalam pengisian SIMONA dan SIPNAP. (shol)

img_20241203104206_image.png