Berita
Darurat Kesehatan Internasional Penyakit Ebola. Tetap Waspada, Tenang dan Tidak Panik
Dilihat 153 kali 04/06/2026 09:09:13 WIB
Tim Website Dinkes

Yogyakarta. Pada 17 Mei 2026 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menetapkan status Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC). Penetapan PHEIC kali ini berkaitan dengan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo). Status darurat tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan global karena adanya penyebaran lintas wilayah, tingginya tingkat kematian, serta masih adanya ketidakpastian luasnya penyebaran wabah di Afrika Tengah.

Melalui laman resminya Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Ebola di wilayah Indonesia. Meski demikian Kemenkes mengambil langkah proaktif merespon penetapan PHEIC oleh WHO dengan meningkatkan pengawasan dan himbauan kewaspadaan di masyarakat. Melalui Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, Kemenkes menerbitkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Ebola.
Mengenal Penyakit Ebola
Apa penyakit Ebola?
Penyakit Ebola (PVE/EVD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Ebola (Famili Filoviridae) mematikan yang menyebabkan demam berdarah dan kerusakan organ, dengan tingkat fatalitas rata-rata mencapai 50 persen.
Kapan pertama kali penyakit Ebola ditemukan?
Penyakit Ebola (PVE/EVD) pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di Kongo dan Sudan Selatan

Bagaimana Gejala Klinis dan masa inkubasinya?
- Gejala awal Ebola, ditandai dengan demam tinggi secara tiba-tiba, sakit kepala, lemas, mual dan mutah, diare dan sakit perut.
- Gejala lanjutan, umumnya terjadi 5-7 hari setelah muncul gejala awal berupa perdarahan dalam dan luar pada mulut, hidung, bekas luka dan suntikan. Terjadi pada 40-50% orang yang terinfeksi virus Ebola
- Masa inkubasi Ebola 2-21 hari
Bagaimana cara penularan penyakit Ebola?
Penyakit Ebola ditularkan melalui :
- Kontak langsung dengan darah, cairan tubuh (seperti air liur, keringat, urine, feses), atau jaringan tubuh manusia/hewan yang terinfeksi
- Permukaan atau benda yang telah terkontaminasi oleh cairan tubuh penderita (pakaian, alat makan, perabotan dalam rumah, alat medis dan lainnya)
- Virus masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir atau kulit yang terluka
- Kontak dengan hewan pembawa (khususnya kelelawar)

Bagaimana cara mencegah penularan penyakit Ebola?
Meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi pelaku perjalanan dari wilayah dengan kasus aktif Ebola. Langkah perlindungan diri yang disarankan meliputi:
- Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan dengan sabun.
- Menghindari kontak langsung dengan penderita atau cairan tubuh yang berpotensi menularkan virus.
- Tidak menyentuh barang-barang yang mungkin telah terkontaminasi.

Bagaimana risiko penularan penyakit Ebola di Indonesia?
- Sampai saat ini tidak kasus penyakit Ebola di Indonesia
- Risiko kasus impor Ebola di Indonesia dinilai rendah karena lokasi wabah (yang terjadi di RD Kongo) jauh, mobilitas langsung yang terbatas dan tidak ditemukan kasus infeksi Ebola di negara-negara terdekat dengan Indonesia
Menteri Kesehatan RI menjelaskan bahwa risiko penyebaran ke Indonesia tergolong rendah. Indonesia bukan merupakan jalur transit penerbangan utama (hub) dari wilayah wabah seperti Republik Demokratik Kongo.
Bagaimana sikap kita menghadapi status darurat (PHEIC) untuk penyakit Ebola
- Tetap bersikap waspada, tenang dan tidak panik.
- Biasakan pola hidup bersih dan sehat terutama saat melakukan perjalanan ke daerah yang berisiko terjadi penularan penyakit
(shol, dari berbagai sumber)

-
Darurat Kesehatan Internasional Penyakit Ebola. Tetap Waspada, Tenang dan Tidak Panik153x tampil04/06/2026
-
Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam Rangka HUT Pemkot Ke-79132x tampil03/06/2026
-
Evaluasi DASI PENSI DIKOTA, Aplikasi Pengingat Kunjungan Rutin Pasien Hipertensi dan DM256x tampil25/05/2026
-
Pemetaan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Kota Yogyakarta208x tampil22/05/2026
-
Optimalisasi SIMONA dan SIPNAP untuk Pemantauan Interaksi Obat261x tampil20/05/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-20 Tahun 2026, 17 - 23 Mei 202633x tampil03/06/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-19 Tahun 2026, 10 - 16 Mei 202677x tampil26/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-18 Tahun 2026, 3 - 9 Mei 2026248x tampil13/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-17 Tahun 2026, 26 April - 2 Mei 2026353x tampil08/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-16 Tahun 2026, 19 - 25 April 2026318x tampil30/04/2026
- HARI INI 2.489
- BULAN INI 19.453
- TAHUN INI 763.477
- SEMINGGU TERAKHIR 26.523
- SEBULAN TERAKHIR 159.297
- SETAHUN TERAKHIR 1.798.149
- TOTAL PENGUNJUNG 10.510.198