Berita

Pelatihan Manajemen Risiko Pegawai Dinas Kesehatan

Dilihat 71 kali   27/07/2026 11:52:53 WIB

Tim Website Dinkes

Umbulharjo. Jum’at (24/7/2026) pegawai Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengikuti Pelatihan Manajemen Risiko yang diselenggarakan Sekretariat Dinas Kesehatan. Pelatihan yang bertempat di Aula 1 Dinas Kesehatan lantai 3 tersebut diikuti seluruh pegawai Dinas Kesehatan secara bergelombang.

img_20260727131949_image.png
Plt. Kadinkes dr. Lana Unwanah, MKM. (tengah) memberikan pengantar pada Pelatihan Manajemen Risiko bagi pegawai Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta

Sebagaimana diketahui, manajemen risiko merupakan bagian dari Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang wajib diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Memperhatikan hal tersebut, setiap pegawai yang menjalankan tugas dan fungsi sebagai pelaksana kebijakan wajib mengetahui dan menjalankan manajemen risiko.

img_20221012150940_image.png

“Risiko adalah kejadian atau peristiwa masa depan yang memiliki kemungkinan terjadi dan dapat mengancam atau menghambat pencapaian tujuan serta sasaran instansi pemerintah”, jelas Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Lana Unwanah, MKM., dalam arahannya.

dr. Lana menegaskan bahwa setiap pegawai wajib memahami manajemen risiko sehingga dapat meminimalkan atau menghilangkan risiko yang menghambat pelaksanaan program di bidang kesehatan.

img_20260727132015_image.png
Materi Manajemen Risiko disampaikan oleh Arini Hardianti, S.Gz, MPH staf Sekretariat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta
img_20251205111019_image.png

Materi yang disampaikan oleh Arini Hardianti, S.Gz, MPH, menjelaskan bahwa Pengelolaan risiko menjadi bagian dari unsur Penilaian Risiko. Hal penting lain yang bisa diketahui dan dipahami oleh pegawai melalui pelatihan tersebut adalah ;  mengetahui :

  1. Sumber risiko, yakni dari mana risiko berasal, dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal) instansi pemerintah.
  2. Mengidentifikasi risiko, mengenali kejadian yang berpotensi menghambat kegiatan atau program kerja.
  3. Analisis risiko, mengukur besaran dampak dan peluang munculnya dampak dari risiko yang sudah dikenali untuk melihat seberapa besar pengaruhnya.

Pada sesi terakhir, Arini memberikan penjelasan tentang penyusunan dokumen manajemen risiko yang harus disusun oleh seluruh pelaksana kegiatan di Seksi, Subbagian, dan Tim Kerja. (shol)

img_20241203104206_image.png