Berita

Update Knowledge Epedemiolog dan Juru Imunisasi Puskesmas untuk Waspada Campak

Dilihat 254 kali   16/10/2026 10:26:53 WIB

Tim Website Dinkes

Mantrijeron. Tahun 2025 dunia dikagetkan dengan meledaknya kasus Campak yang menyebar hampir di seluruh dunia. WHO mencatat sebanyak 411.913 kasus Campak global dan hampir seluruh negara melaporkan temuan kasus PD3I tersebut. Di Indonesia tercatat sebanyak 36.590 kasus dengan insidensi rate sebesar 128.1 per-1 juta populasi. Angka tersebut tertinggi ke-dua di dunia setelah Yaman dam tahun 2026 kasus Campak masih terjadi di Indonesia. Di Kota Yogyakarta dari Januari 2026 sampai dengan awal Oktober 2026 ditemukan 478 suspek Campak dan 74 kasus positif Campak.

img_20261016103009_image.png
Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Lana Unwanah, MKM (kanan) menyampaikan arahan kepada peserta update knowledge
img_20251205111019_image.png

Kekebalan individu terhadap penyakit Campak dapat dicegah dengan imunisasi MR dan kekebalan populasi untuk mencegah penularan di masyarakat akan optimal jika capaian imunisasi minimal 95%.

Tingginya mobilitas dan interaksi antar masyarakat dengan internal masyarakat dan dengan eksternal masyarakat Kota Yogyakarta merupakan faktor risiko terjadinya paparan Campak.

“Pada situasi sedang terjadi penularan (endemis), pada masyarakat yang telah diimunisasi kegawatan pada individu yang tertular akan rendah dan eskalasi penularan Campak tidak akan terjadi, karena campak akan ‘berhenti’ pada individu yang telah diimunisasi”, jelas dr. Endang Kepala Seksi P2 PM Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

img_20261016103101_image.png
dr. R. Yuli Kristyanto, M.Sc, Sp.A menyampaikan paparan ORI sebagi respons KLB Campak

Meskipun cakupan imunisasi MR cukup tinggi, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tetap waspada terhadap potensi penularan dan melakukan antisipasi jika terjadi penularan Campak di Kota Yogyakarta.

Rabu, 14/10/2026 Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan Update Knowledge : Penyakit yang dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Dan Outbreak Response Immunization (ORI) Bagi Tenaga Kesehatan.

“Dinas Kesehatan memberikan update knowledge bagi epidemiolog surveilans dan juru imunisasi puskesmas  terkait pencegahan, deteksi dini, pelaporan, penanggulangan dan respons terhadap munculnya kasus PD3I”, lanjut dr. Endang terkait upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dalam kewaspadaan dan antisipasi penularan campak.

img_20221012150940_image.png
img_20261016103047_image.png
Suharna, SKM., MPH. menyampaikan paparan Penguatan Surveilans PD3I dan Outbreak Response Immunization (ORI)

Kegiatan yang dilaksanakan di Greenhost tersebut menghadirkan dr. R. Yuli Kristyanto, M.Sc, Sp.A narasumber dari IDAI DIY dan Suharna, SKM., MPH., Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Lana Unwanah, MKM., mengingatkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi meskipun cakupan imunisasi telah mencapai angka diatas 95%.

“Jika secara epidemiologi (program) terjadi situasi penularan yang memenuhi kriteria kejadian luar biasa Campak segera dilakukan ORI untuk mencegah penularan pada populasi berisiko”, lanjut dr. Lana. 

Usai update knowledge diharapkan surveilans Campak akan lebih tajam ; sensitive, tepat waktu, analitis, berbasis risiko dan berorientasi pada tindakan untuk melakukan pencegahan penularan. Cakupan imunisasi Campak akan meningkat untuk perlindungan individu dan masyarakat. (shol)

img_20241203104206_image.png