Berita
Apa itu Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut (HFMD) atau Flu Singapura
Dilihat 267253 kali 24/11/2022 05:42:50 WIB
Tim Website Dinkes
Seiring waktu pada masa pandemi Covid-19, beberapa penyakit infeksi muncul dan menjangkit kembali (re-emerging deseases) pada anak-anak di Indonesia diantaranya, campak, rubella dan penyakit hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya (acute hepatitis of unknown aetiology). Dan terakhir pada Oktober 2022 ditemukan kasus Polio pada salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) atau Early Warning and Respons System (EWARS) yang diterapkan di Kota Yogyakarta telah ditemukan suspek penyakit HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease)/penyakit tangan, kaki, dan mulut atau sering disebut Flu Singapura pada periode November 2022.
Penyakit ini cepat menular jika tidak dilakukan pencegahan secara cepat dan tepat.
Berikut beberapa hal yang dapat diketahui tentang penyakit HFMD atau Flu Singapura.
Apa itu penyakit HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease)?
HFMD adalah penyakit tangan, kaki, dan mulut yang disebabkan oleh virus genus Enterovirus dan yang paling sering adalah Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71).
Siapa saja yang bisa terkena penyakit HFMD?
Penyakit HFMD sering ditemui pada anak-anak, terutama pada usia dibawah 10 tahun, namun juga dapat terjadi pada anak remaja dan dewasa.

Bagaimana penyebaran virus HFMD?
Penyebaran virus HFMD dapat melalui kontak kulit, udara pernafasan, cariran dari blister (benjolan kecil) atau tinja pendertia, serta makan dan minum bersama.
Cairan atau droplet dari hidung maupun tenggorokan yang keluar saat bersin, Air liur atau ludah yang terlempar ke udara saat batuk.
Apa saja gejala dari penyakit HFMD?
gejala yang timbul umumnya ringan sehingga dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Penyakit ini ditandai dengan munculnya demam yang berlangsung 1- 2 hari, rash (ruam pada kulit) dan benjolan kecil di telapak kaki, tangan, dan mukosa mulut.
Penderita cenderung mengalami kurang nafsu makan, lesu, dan nyeri tenggorokan. Kadang-kadang bayi atau balita menjadi mudah marah. Pada beberapa kasus, luka bisa muncul di siku tangan, lutut, pantat dan lipat paha.

Upaya apa yang bisa dilakukan untuk tidak tertular HFMD?
Risiko penularan dapat dicegah dengan :
- melakukan isolasi penderita (tidak melakukan aktifitas bersama dengan anak atau orang lain),
- menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun,
- menutup mulut dan hidung bila batuk dan bersin.
- tidak mencium anak yang menderita HFMD,
- tidak menggunakan alat rumah tangga secara bersamaan, seperti cangkir, sendok, gapur dan alat kebersihan pribadi seperti handuk, lap muka, sikat gigi, dan pakaian.
Bagaimana pengobatan HFMD?
Jika menemukan gejala mengarah HFMD segera periksa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pengobatan gejala dan konsultasi tatalaksana perawatan di rumah.
Karena HFMD atau Flu Singapura disebabkan oleh virus, maka dalam pengobatannya tidak diberikan antibiotik.
Belum ada obat atau vaksin untuk pengobatan dan pencegahan HFMD, maka untuk penderita penyakit HFMD perlu dapat diberikan perawatan intensif di rumah. Perawatan di rumah dimaksudkan supaya tidak menularkan pada anak/orang lain dan cepat pulih

Perawatan di rumah dilakukan dengan :
- Pemberian obat untuk mengurangi gejala seperti penurun panas untuk meredakan gejala demam, atas saran atau resep dari dokter pemeriksa/puskesmas.
- Istirahat secukupnya dan perbanyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.
- Hindari makanan atau minuman asam dan pedas, untuk menghindari rasa perih pada luka
(shol/fafa)
sumber : WHO, Kemenkes RI, emc_healthcare
-
Dinkes Kerja Bakti di Sepanjang Kawasan Malioboro164x tampil08/04/2026
-
Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI untuk Kasus Campak di Kota Yogyakarta349x tampil31/03/2026
-
Pos Pelayanan Kesehatan Cuti Bersama dan Libur Idul Fitri 1447 H/2026 M Ditutup407x tampil25/03/2026
-
Pelayanan Jamkesda Tutup pada Cuti Bersama Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri431x tampil18/03/2026
-
Dinkes Periksa Kesehatan Sopir Bus Angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M247x tampil17/03/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-12 Tahun 2026, 29 Maret - 4 April 2026121x tampil02/04/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-11 Tahun 2026, 15 - 21 Maret 2026169x tampil30/03/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-10 Tahun 2026, 8 - 14 Maret 2026211x tampil26/03/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-9 Tahun 2026, 1 - 7 Maret 2026226x tampil13/03/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-8 Tahun 2026, 22 - 28 Februari 2026275x tampil06/03/2026
- HARI INI 4.739
- BULAN INI 39.629
- TAHUN INI 470.704
- SEMINGGU TERAKHIR 31.807
- SEBULAN TERAKHIR 118.162
- SETAHUN TERAKHIR 1.775.488
- TOTAL PENGUNJUNG 10.217.425

