Berita
Penyakit Nipah, Apakah itu?
Dilihat 49089 kali 18/09/2023 12:52:17 WIB
Tim Website Dinkes
Minggu Ini, media online dan televisi memberitakan munculnya kasus penyakit Nipah di India. Media online CNN melansir pernyataan Direktur Jenderal Dewan Penelitian Medis India (ICMR) menyatakan bahwa angka orang meninggal akibat infeksi virus ini jauh lebih tinggi dari pandemi COVID-19. Dikatakan angka kematian akibat pandemi COVID-19 sebesar 2-3 persen, sementara pada virus Nipah, tingkat kematiannya sebesar 40 hingga 70 persen.

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang penyakit Nipah.
Apa itu Penyakit Virus Nipah?
Penyakit emerging zoonotik yang disebabkan oleh virus Nipah yang termasuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan, baik hewan liar atau domestik, dengan kelelawar buah yang termasuk ke dalam famili Pteropodidae sebagai host alamiahnya.
Apakah penyakit virus Nipah merupakan penyakit baru?
Tidak, penyakit virus Nipah pertama kali diidentifikasi berdasarkan laporan wabah yang terjadi pada peternak babi di sebuah desa di Sungai Nipah, Malaysia pada tahun 1998-1999 yang berdampak hingga Singapura. Dari wabah tersebut, dilaporkan 276 kasus konfirmasi dengan 106 kematian (CFR: 38,41%).

Bagaimana situasi penyakit virus Nipah di Indonesia?
Hingga saat ini, belum dilaporkan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia. Akan tetapi, beberapa penelitian atau publikasi telah menemukan adanya temuan virus Nipah pada kelelawar buah (genus Pteropus) pada beberapa negara termasuk Indonesia.
Apa saja gejala ketika terinfeksi virus Nipah?
Seseorang yang terinfeksi virus Nipah akan mengalami gejala yang bervariasi dari tanpa gejala (asimptomatis), infeksi saluran napas akut (ISPA) ringan atau berat hingga ensefalitis fatal.
Seseorang yang terinfeksi awalnya akan mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah, dan nyeri tenggorokan. Gejala ini dapat diikuti dengan pusing, mudah mengantuk, penurunan kesadaran dan tanda-tanda neurologis lain yang menunjukkan ensefalitis akut. Beberapa orang pun dapat mengalami pneumonia atopik dan gangguan saluran pernapasan berat. Pada kasus yang berat, ensefalitis dan kejang akan muncul dan dapat berlanjut menjadi koma dalam 24-48 jam hingga kematian.

Berapa lama waktu seseorang dapat timbul gejala setelah terpapar virus Nipah?
Waktu timbul gejala umumnya 4-14 hari setelah terpapar virus Nipah. Akan tetapi, terdapat laporan masa inkubasi hingga 45 hari.
Seberapa besar tingkat kematian kasus penyakit virus Nipah?
Rata-rata angka kematian (case fatality rate) diperkirakan berkisar 40% hingga 75%. Rerata tersebut dapat berbeda tergantung pada kemampuan wilayah setempat dalam melakukan penyelidikan epidemiologi, surveilans, dan manajemen klinis kasus.
Bagaimana seseorang dapat tertular penyakit virus Nipah?
Seseorang dapat tertular virus Nipah melalui:
- Kontak langsung dengan hewan (termasuk zat ekskresi atau sekresi seperti urin, air liur, darah, atau sekresi pernapasan) yang terinfeksi virus Nipah
- Konsumsi daging mentah dari hewan yang terinfeksi atau produk makanan mentah yang telah terkontaminasi dengan cairan tubuh dari hewan terinfeksi (seperti nira sawit atau buah yang terkontaminasi kelelawar buah yang terinfeksi)
- Kontak dengan orang yang terinfeksi atau cairannya (seperti droplet, urin, atau darah). Penularan dari manusia ke manusia umumnya terjadi pada keluarga atau tenaga kesehatan yang merawat pasien terinfeksi.
Hal apa yang harus dilakukan, jika mengalami gejala berkaitan dengan penyakit virus Nipah?
Apabila mengalami gejala berkaitan dengan penyakit virus Nipah dan memiliki kemungkinan kontak dengan hewan atau pasien yang terinfeksi, segera pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat (puskesmas). Dokter atau tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosis.
Jika terdiagnosis mengalami penyakit virus Nipah, pengobatan apa yang harus dilakukan?
Apabila terdiagnosis penyakit virus Nipah, dokter atau tenaga kesehatan akan menentukan mekanisme pengobatan yang diperlukan. Sampai saat ini belum ada pengobatan spesifik untuk penyakit virus Nipah, pengobatan ditujukan sebagai terapi suportif dan simptomatik untuk meredakan gejala yang dialami seperti infeksi pernapasan dan komplikasi neurologis. (SDR)
sumber : Kemenkes RI dan lainnya

-
Kunjungan Kadinkes Provinsi DIY ke Posko P3K Lebaran Tahun 2025 Kota Yogyakarta175x tampil27/03/2025
-
Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan Pengukuran Kualitas Udara Jelang Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M130x tampil27/03/2025
-
Pemeriksaan Kesehatan Sopir Bus Angkutan Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M127x tampil27/03/2025
-
Kesiapsiagaan Pelayanan Kesehatan Pada Hari Raya Idul FitrI 1446 H/ 2025 M415x tampil26/03/2025
-
Hari Ini, Cek Kesehatan Gratis (CKG) Lansia Serentak di Kota Yogyakarta247x tampil25/03/2025
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-12 Tahun 2025, 16 - 22 Maret 202554x tampil26/03/2025
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-11 Tahun 2025, 9 - 15 Maret 202579x tampil21/03/2025
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-10 Tahun 2025, 2 - 8 Maret 2025102x tampil14/03/2025
-
Cek Kesehatan Rutin, Pentingkah?492x tampil10/03/2025
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-9 Tahun 2025, 23 Feb - 1 Maret 2025535x tampil07/03/2025
- HARI INI 3.410
- BULAN INI 16.567
- TAHUN INI 470.610
- SEMINGGU TERAKHIR 21.177
- SEBULAN TERAKHIR 153.028
- SETAHUN TERAKHIR 1.913.043
- TOTAL PENGUNJUNG 8.425.925