Berita
Menuju Kota Yogyakarta Bebas 'Pathek' (Frambusia)
Dilihat 2293 kali 28/08/2024 11:18:08 WIB
Tim Website Dinkes
Penyakit frambusia atau bagi orang Jawa disebut pathek adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum sub spesies pertenue. Bakteri ini hidup dan berkembang di daerah tropis dengan manusia sebagai satu-satunya sumber penularan.

Faktor risiko frambusia diantaranya hidup di daerah endemis, lingkungan kumuh dan lembab, perilaku hidup sehat dan bersih yang rendah ; jarang mandi, jarang berganti pakaian, memakai baju bergantian dengan penderita frambusia, dan lainnya. Pathek, memang dipahami oleh masyarakat identik dengan penyakit yang muncul karena kehidupan yang tidak bersih, jorok dan tidak sehat.
Berkembangnya pemahaman masyarakat tentang kesehatan dan perubahan perilaku hidup sehat yang lebih baik, saat ini kasus Frambusia jarang ditemukan. Pada masa ini frambusia masuk dalam kategori penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Deseases/NTDs). Namun demikian ancaman munculnya penyakit ini terus menjadi perhatian di bidang kesehatan.


Tahun 2017 Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 Tahun 2017 tentang Eradikasi Frambusia. Eradikasi Frambusia merupakan upaya pembasmian yang dilakukan secara berkelanjutan untuk menghilangkan frambusia secara permanen sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat secara nasional. Sebanyak 514 kabupaten/kota ditargetkan memperoleh status bebas frambusia (Eradikasi Frambusia) pada tahun 2024. Seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan mendapat status bebas Frambusia pada tahun 2024
“Tahun 2024 ini sedang dilakukan assesmen terhadap Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo menyusul Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2023”, terang drg. Emma Rahmi Aryani, MM., Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

“Hari ini (Rabu, 28 Agustus 2024 : red.) sedang dalam progress assesmen oleh Tim asesor Dinas Kesehatan Provinsi DIY dan dilanjutkan pada 17 September 2024 oleh Tim asesor dari Kementrian kesehatan”, jelas dr. Lana Unwanah Kepala Bidang P2P PD SIK Dinas kesehatan Kota Yogyakarta.
Setyogati Candra Dewi, SKM selaku pemegang program P2 Frambusia menjelaskan bahwa di Kota Yogyakarta tidak ditemukan kasus Frambusia dalam lima tahun terakhir dan diharapkan stastus bebas frambusia dapat dipertahankan dan dikuatkan dengan sertifikat bebas frambusia. Assesmen dilakukan dengan melibatkan 18 puskesmas di Kota Yogyakarta untuk telusur data dan dokumen terkait penyakit tropis terabaikan tersebut. Kota Yogyakarta Bebas “Pathek” Frambusia, Bisa!.
(shol)

-
Pemetaan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Kota Yogyakarta60x tampil22/05/2026
-
Optimalisasi SIMONA dan SIPNAP untuk Pemantauan Interaksi Obat122x tampil20/05/2026
-
Dinkes Membuka Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan277x tampil12/05/2026
-
Kota Yogyakarta masuk Nominasi Kota Percontohan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nasional296x tampil12/05/2026
-
Semiloka Nasional Adinkes 2026 di Mataram, Dinkes Kota Yogyakarta Memperoleh Special Appreciation403x tampil06/05/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-18 Tahun 2026, 3 - 9 Mei 2026183x tampil13/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-17 Tahun 2026, 26 April - 2 Mei 2026236x tampil08/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-16 Tahun 2026, 19 - 25 April 2026264x tampil30/04/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-15 Tahun 2026, 12 - 18 April 2026271x tampil24/04/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-14 Tahun 2026, 5 - 11 April 2026300x tampil17/04/2026
- HARI INI 5.316
- BULAN INI 130.161
- TAHUN INI 709.104
- SEMINGGU TERAKHIR 50.038
- SEBULAN TERAKHIR 173.219
- SETAHUN TERAKHIR 1.830.917
- TOTAL PENGUNJUNG 10.455.825