Berita
Waspada Mpox (Cacar Monyet) di Kota Yogyakarta
Dilihat 12272 kali 28/08/2024 09:03:36 WIB
Tim Website Dinkes
Terkait :
- Monkeypox (Mpox) Penyakit Apakah? klik disini
- Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Monkey Pox (MPOX) klik disini
- Surat Edaran Nomor: HK.02.02 /C/ 2160/2024 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Mpox klik disini
Pada 14 Agustus 2024 Direktur Jenderal WHO menetapkan kembali Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD) atau PHEIC untuk Mpox setelah terjadi kenaikan kasus pada beberapa negara di Afrika termasuk Kongo dengan varian baru (Clade I) yang memiliki fatalitas yang lebih tinggi dari dari sebelumn ya (clade II).

Sebelumnya pada tanggal 23 Juli 2022, Mpox pernah ditetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia ( KKMMD) atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) World Health Organization (WHO) pada dan status PHEIC telah dicabut pada tanggal 11 Mei 2023.

Kementrian Kesehetan RI menyerukan kewaspadaan kepada pimpinan OPD bidang kesehatan dan faskes termasuk puskesmas di seluruh Indonesia melalui Surat Edaran Nomor: HK.02.02 /C/ 2160/2024 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Mpox di Pintu Masuk, Pelabuhan dan Bandar Udara Yang Melayani Lalu Lintas Domestik dan di Wilayah pada 20 Agustus 2024.
Menindaklanjuti surat edaran tersebut tersebut Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta telah melakukan penguatan kewaspadaan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan khususnya puskesmas.
“Bagi tenaga medis dan perawat yang menemukan gejala klinis mirip Mpox pada pasien segera melakukan identifikasi, melakukan tatalaksana dan melaporkan kepada Dinas Kesehatan untuk dilakukan tindaklanjut”, jelas dr. Lana Unwanah Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit PD SIK Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dalam upaya deteksi dini dan pencegahan Mpox.

Sebagaimana diketahui Mpox merupakan penyakit yang disebabkan oleh Monkeypoxuirus (MPXV). Penyakit ini dapat bersifat ringan dengan gejala yang berlangsung sekitar 2 - 4 minggu, namun dapat berkembang menjadi berat hingga kematian (Case Fatality Rate 3 - 6%). Penularan mpox terjadi melalui kontak langsung dengan hewan ataupun manusia yang terinfeksi atau melalui kontak tidak langsung. Penularan Mpox dapat melalui kontak langsung dengan lesi atau cairan tubuh melalui ciuman, sentuhan, oral, penetrasi vaginal maupun anal dengan seseorang yang terinfeksi Mpox. Penularan tidak langsung dapat terjadi melalui benda yang terkontarninasi, seperti tempat tidur penderita.
“Penyakit ini termasuk penyakit zoonosis atau berasal dari hewan yang menular pada manusia”, jelas epidemiolog dan Ketua Tim Kerja Surveilans Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Solikhin Dwi Ramtana, MPH.
“Kewaspadaan terhadap kasus Mpox di Kota Yogyakarta tetap dilakukan mengingat frekuensi kunjungan dan mobilitas dari luar negeri yang tinggi dan adanya dugaan perubahan pola penularan melalui kontak atau interaksi langsung sebagaimana kasus di Kongo pada tahun 2024 ini”, lanjut Ketua Timja Surveilans.

(Sumber : https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fimmu.2023.1132250/)
Berdasarkan laporan WHO per 30 Juni 2024 beberapa temuan kunci menyebutkan bahwa berdasarkan data orientasi seksualnya sekitar 85,8% (30.514 dari 35.550 kasus yang diamati) terjadi pada kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL). Sekitar 51,9% kasus (18.628 dari 35.861 kasus yang pernah dites HIV) memiliki status HIV positif. Dan Sebanyak 83,8% kasus (19.102 dari 22.801 kasus yang dilaporkan metode penularannya) tertular melalui hubungan seksual.

“Kami menghimbau kepada warga Kota Yogyakarta yang pulang dari perjalanan ke negara endemis atau berinteraksi dengan komunitas berisiko dan merasakan gejala klinis seperti Mpox untuk segera ke Puskesmas sesuai tempat tinggalnya”, himbau dr. Lana sebagai upaya antisipasi dan pencegahan penularan Mpox di wilayah Kota Yogtakarta. (shol).
-
Kunjungan Kadinkes Provinsi DIY ke Posko P3K Lebaran Tahun 2025 Kota Yogyakarta168x tampil27/03/2025
-
Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan Pengukuran Kualitas Udara Jelang Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M120x tampil27/03/2025
-
Pemeriksaan Kesehatan Sopir Bus Angkutan Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M124x tampil27/03/2025
-
Kesiapsiagaan Pelayanan Kesehatan Pada Hari Raya Idul FitrI 1446 H/ 2025 M405x tampil26/03/2025
-
Hari Ini, Cek Kesehatan Gratis (CKG) Lansia Serentak di Kota Yogyakarta244x tampil25/03/2025
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-12 Tahun 2025, 16 - 22 Maret 202551x tampil26/03/2025
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-11 Tahun 2025, 9 - 15 Maret 202573x tampil21/03/2025
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-10 Tahun 2025, 2 - 8 Maret 2025101x tampil14/03/2025
-
Cek Kesehatan Rutin, Pentingkah?492x tampil10/03/2025
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-9 Tahun 2025, 23 Feb - 1 Maret 2025530x tampil07/03/2025
- HARI INI 3.815
- BULAN INI 12.037
- TAHUN INI 466.080
- SEMINGGU TERAKHIR 19.077
- SEBULAN TERAKHIR 154.363
- SETAHUN TERAKHIR 1.913.282
- TOTAL PENGUNJUNG 8.421.395