Berita
Kesehatan Jiwa di Kota Yogyakarta Menjadi Perhatian
Dilihat 3181 kali 15/11/2024 14:27:42 WIB
Tim Website Dinkes

Saat ini gangguan kesehatan jiwa menjadi masalah kesehatan secara nasional. Tahun 2022 dari survei nasional kesehatan mental remaja usia 10-17 tahun menunjukkan angka 5.5% mengalami gangguan mental dengan jumlah depresi sebesar 1%, gangguan kecemasan 3.7%, Secondary Post-Traumatic Stress Disorder (SPTSD) 0.9%, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) 0.5%. Tahun 2023 prevalensi depresi pada kelompok umur 14-25 tahun menunjukkan angka 2%. Di Kota Yogyakarta tahun 2024 ditemukan sebanyak 3.239 orang dengan gangguan jiwa (prevalensi 0,78% dan 1.285 diantaranya ODGJ Berat.

Di Kota Yogyakarta gangguan kesehatan jiwa menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Yogyakarta. Upaya pencegahan dan pengendalian terpadu lintas program, lintas sektor dalam pemerintahan dan swasta dilakukan untuk penanggulangan masalah gangguan mental. Secara khusus Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Forum Kota Sehat membentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) dan menetapkan Kelurahan Siaga sehat jiwa (KSSJ). TPKJM merupakan wadah koordinatif lintas sektor dalam pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan jiwa dan psikososial di Kota Yogyakarta. TPKJM & KSSJ memiliki peran edukasi kepada masyarakat untuk melakukan deteksi dini, membantu mengatasi permasalahan kegawatdaruratan psikiatrik dan mencegah pemasungan.


Dinas Kesehatan sebagai leading sector dalam TPKJM mengambil peran strategis dalam pencegahan masalah gangguan jiwa melalui edukasi, promosi dan kegiatan preventif lain berupa deteksi dini dan intervensi dini untuk mencegah berkembangnya gangguan jiwa lebih lanjut.


“Deteksi dini gangguan jiwa dilakukan melalui skrining yang biasanya dibarengkan dengan kegiatan skrining penyakit tidak menular lainnya”, dr. Iva Kusdyarini Kepala Seksi P2P PTM dan Kesehatan Jiwa menjelaskan skrining kesehatan jiwa di luar kegiatan rutin yang dilakukan puskesmas.
Dalam penanggulangan masalah kesehatan jiwa, selain sistem, sarana dan jejaring hal penting lainnya adalah kemampuan tenaga kesehatan di puskesmas dalam melaksanakan program kesehatan jiwa.

“Kompetensi petugas puskesmas (programmer kesehatan mental) terkait dengan deteksi dini dan intervensi dini perlu ditingkatkan dan dikuatkan”, jelas Kabid P2P PD SIK dr. Lana Unwanah terhadap pentingnya peningkatan kemampuan tenaga kesehatan atau programmer kesehatan mental dalam melakukan kegiatan pencegahan dan penanggulanan masalah kesehatan jiwa. (shol)

-
Kunjungan Kadinkes Provinsi DIY ke Posko P3K Lebaran Tahun 2025 Kota Yogyakarta166x tampil27/03/2025
-
Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan Pengukuran Kualitas Udara Jelang Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M116x tampil27/03/2025
-
Pemeriksaan Kesehatan Sopir Bus Angkutan Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M123x tampil27/03/2025
-
Kesiapsiagaan Pelayanan Kesehatan Pada Hari Raya Idul FitrI 1446 H/ 2025 M400x tampil26/03/2025
-
Hari Ini, Cek Kesehatan Gratis (CKG) Lansia Serentak di Kota Yogyakarta239x tampil25/03/2025
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-12 Tahun 2025, 16 - 22 Maret 202549x tampil26/03/2025
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-11 Tahun 2025, 9 - 15 Maret 202572x tampil21/03/2025
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-10 Tahun 2025, 2 - 8 Maret 2025100x tampil14/03/2025
-
Cek Kesehatan Rutin, Pentingkah?491x tampil10/03/2025
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-9 Tahun 2025, 23 Feb - 1 Maret 2025528x tampil07/03/2025
- HARI INI 2.837
- BULAN INI 8.533
- TAHUN INI 462.576
- SEMINGGU TERAKHIR 18.901
- SEBULAN TERAKHIR 156.078
- SETAHUN TERAKHIR 1.914.749
- TOTAL PENGUNJUNG 8.417.891