Berita
Tetap Waspada Leptospirosis pada Musim penghujan
Dilihat 2095 kali 15/01/2025 14:53:05 WIB
Tim Website Dinkes

Terkait :
Musim penghujan masih berlangsung pada bulan Januari 2025, bahkan pada sepanjang pertengahan bulan Kota Yogyakarta diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras. Kondisi demikian perlu menjadi perhatian warga Kota Yogyakarta terhadap ancaman kesehatan baik karena dampak langsung dari paparan hujan seperti munculnya flu dan gejala ikutan lainnya pilek, batuk, demam dan lainnya, maupun penularan penyakit lainnya. Leptospirosis dan Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi perhatian dan kewaspadaan mengingat guyuran hujan dapat membawa limbah kotoran dan kencing Binatang terutama tikus yang terkontaminasi bakteri leptospira. Dan genangan air berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk pembawa DBD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit PD SIK Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dr. Lana Unwanah, MKM mengingatkan seluruh warga Kota Yogyakarta untuk tetap waspada terhadap penularan penyakit menular khususnya Leptospirosisakarena perubahan lingkungan dampak dari musim penghujan. Khusus tentang pencegahan Leptospirosis beberapa hal yang dapat dilakukan warga diantaranya ;
- Minimalisir penumpukan sampah yang akan mengundang tikus.
- Warga dan pekerja yang bekerja ‘erat’ dengan sampah selalu menggunakan pelindung diri (sarung tangan dan sepatu boots) untuk menghindari paparan pada kulit. Diantaranya saat beraktifitas di sawah, selokan, bersih-bersih kebun dan lainnya
- Jika ada luka di bagian tubuh ; tangan, kakim untuk diobati dan ditutupi dengan pelindung luka yang sesuai.
- Cuci tangan dan bersih-bersih setelah beraktifitas di tempat berisiko terjadinya penularan Leptospirosis (melakukan prinsip PHBS)
- Hindari mengkonsumsi makanan atau minum saat bekerja di tempat berisiko, jika perlu dilakukan maka harus cuci tangan sebelum makan atau minum
- Jika merasakan sakit atau gejala demam, nyeri sendi, pusing, nyeri otot, terutama bagian betis , mata kuning, bahkan tidak kencing sampai 6 jam setelah 2-5 hari sebelumnya, melakukan pekerjaan yang berisiko terpapar (terkena) urine tikus, segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan atau puskesmas terdekat
(shol)
-
Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Terintegrasi CKG di Kota Yogyakarta341x tampil13/08/2026
-
Bimtek Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk Pengusaha IRTP272x tampil10/08/2026
-
Koordinasi Penggunaan Fingerprint untuk Pasien di Puskesmas Kota Yogyakarta420x tampil29/07/2026
-
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia, 28 Juli562x tampil28/07/2026
-
Pelatihan Manajemen Risiko Pegawai Dinas Kesehatan455x tampil27/07/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-33 Tahun 2026, 16 - 22 Agustus 202680x tampil28/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-32 Tahun 2026, 9 - 15 Agustus 2026146x tampil21/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-31 Tahun 2026, 2 - 8 Agustus 2026177x tampil14/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-30 Tahun 2026, 26 Juli - 1 Agustus 2026240x tampil07/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-29 Tahun 2026, 19 - 25 Juli 2026212x tampil31/07/2026
- HARI INI 3.762
- BULAN INI 12.457
- TAHUN INI 1.113.303
- SEMINGGU TERAKHIR 25.938
- SEBULAN TERAKHIR 105.546
- SETAHUN TERAKHIR 1.741.738
- TOTAL PENGUNJUNG 10.860.024