Berita

Kota Yogyakarta Menerima Penghargaan dalam Surveilans AFP dan Campak Rubella

Dilihat 3372 kali   10/06/2025 10:24:50 WIB

Tim Website Dinkes

img_20250610102809_Sertifikat_KOTA_YOGYAKARTA_YOGYAKARTA1_page-0001.jpg
Penghargaan dari Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Surveilans

Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Imunisasi memberikan penghargaan Kepada Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan atas keberhasilan mencapai target Non-Polio AFP (NPAFP) Rate ?3 per 100.000 penduduk dan Discarded (bukan campak-bukan rubela) Rate ?2 per 100.000 penduduk pada tahun 2024.

 

img_20250610103659_image.png
Hospital record review (HRR) di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit PD SIK, dr. Lana Unwanah, MKM., menjelaskan bahwa penghargaan tersebut sebagai bukti komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pencegahan dan pengendalian penyakit PD3I khususnya Polio, Campak dan Rubella.

 

img_20250610103719_image.png
Hospital record review (HRR) di RS Siloam Hospitals Yogyakarta

Sebagaimana diketahui bahwa dalam surveilans aktif PD3I khususnya AFP, semakin banyak penemuan kasus AFP yang sesuai kriteria dan dilanjutkan dengan pemeriksaan spesimen ke laboratorium rujukan merupakan indikator kewaspadaan dini yang baik dan terstandar bagi daerah.

 

img_20250610103755_image.png
Hospital record review (HRR) di RS DKT Dr. Soetarto Yogyakarta

Jika pemeriksaan laboratorium dari spesimen AFP menunjukkan hasil negatif - Non-Polio AFP (NPAFP)- hal tersebut mengindikasikan tidak ada penularan Polio di daerah. Terkait dengan hal tersebut Kementerian menetapkan target rate NPAFP sebesar > 3 per-100.000 penduduk kurang dari 15 tahun dan memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan daerah. Jika hasil pemeriksaaan positif sebagai Polio AFP, berdasarkan hasil tersebut segera dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan dengan melibatkan sektor terkait.

 

img_20250610103824_image.png
Hospital record review (HRR) di RSK Puri Nirmala Yogyakarta

Serupa dengan kewaspadaan Polio, dalam pencegahan dan pengendalian penyakit Campak dan Rubella Kementerian Kesehatan RI menetapkan indikator mutu Discarded (bukan campak-bukan rubela) Rate ? 2 per 100.000 penduduk. Indikator tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium spesimen di labororatorium rujukan.

 

img_20250610103850_image.png
Hospital record review (HRR) di RS Bethesda Yogyakarta

“Dalam surveilans penyakit menular semakin banyak ditemukan suspek akan semakin baik untuk  deteksi dini, kewaspadaan, pencegahan penularan dan KLB”, jelas Ketua Tim Kerja Surveilans PD SIK Solikhin -pak Shol- Dwi R, MPH.,

img_20221011153304_image.png

“Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada tenaga medis, perawat, epidemiolog dan tenaga kesehatan lainnya di faskes baik di Puskemas dan rumah sakit yang telah berperan aktif dalam surveilans PD3I khususnya Polio dan Campak-Rubella sehingga Yogyakarta berhasil mencapai target Non-Polio AFP (NPAFP) Rate ?3 per 100.000 penduduk dan Discarded (bukan campak-bukan rubela) Rate ?2 per 100.000 penduduk pada tahun 2024 ”, tambah pak Shol.

img_20221012150940_image.png

Hal penting yang perlu diperhtikan dalam rangka kewaspadaan dini terhadap potensi munculnya penyakit menular dan mencegah KLBpenyakit menular di Kota Yogyakarta adalah peningkatan kualitas dalam kerjasama dengan faskes, keberanian faskes menetapkan suspek sesuai standar, pengambilan sampel yang adekuat, pengiriman spesimen yang tepat, pemeriksaan yang baik dan tepat waktu. (Shol)

img_20241203104206_image.png