Berita

Diskusi Abdimas FK-KMK UGM : Wujudkan Eliminasi Campak-Rubella di Kota Yogyakarta

Dilihat 1126 kali   09/07/2025 20:13:49 WIB

Tim Website Dinkes

Usai Pandemi Covid-19 pada tahun 2023 muncul Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) pada beberapa wilayah di Indonesia termasuk di Kota Yogyakarta. Pada tahun tersebut penyakit campak-rubella dan pertusis kembali ditemukan di Kota Yogyakarta.

img_20250709214050_WhatsAppImage2025-07-09at21.38.30_6ca03a61.jpg
dr. Lana Unwanah, MKM., Kepala Bidang P2P PD SIK memberikan sambutan didampingi Kasi P2PM Imunisasi dr. Endang Sri Rahayu dan Dr. dr. Agung Triono, Sp.A(K) Abdimas FK-KMK UGM

Kemunculan PD3I diperkirakan karena dampak dari rendahnya cakupan imunisasi pada saat pandemi. Pengendalian mobilitas dan interaksi, pembatasan pelayanan secara langsung pada masa pandemi menurunkan kunjungan pasien ke puskesmas dan frekuensi pelaksanaan imunisasi.

img_20221011153304_image.png

“Sebagaiman diketahui campak-rubella merupakan penyakit sangat menular dan bisa menimbulkan komplikasi serius terutama bagi anak-anak dan ibu hamil. Memperhatikan dampak tersebut, campak rubella perlu dikendalikan faktor risiko dan dihilangkan penyebabnya secara terstruktur dan terencana maka pemerintah telah menetapkan target eliminasi campak-rubella pada tahun 2026”, jelas dr. Lana Unwanah, MKM., Kepala Bidang P2P PD SIK Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

dr. Lana memberikan sambutan mewakili Kepala Dinas Kesehatan pada pembukaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Departemen Kesehatan Anak, FK-KMK UGM di Aula Kresna Husada Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

 

img_20250709202512_image.png
 Dr. dr. Agung Triono, Sp.A(K) dan Dr. dr. Ratni Indrawanti, Sp.A dari FK-KMK UGM memberikan penjelasan dan jawaban pada sesi diskusi

Kegiatan Abdimas berupa diskusi dengan tema ‘Optimalisasi Upaya Promotif dan Preventif untuk Mewujudkan Eliminasi Campak-Rubela/Congenital Rubella Syndrome (CRS) di Kota Yogyakarta’ tersebut dilaksanakan pada 2 Juli 2025 di aula 1 Dinas Kesehatan. Diundang sebagai peserta  Kepala Puskesmas Mantrijeron, Kepala Puskesmas Gondokusuman I, Koordinator juru imunisasi puskesmas dan utusan 2 sekolah yakni SDN Demangan dan SDN Bhayangkara dilakukan secara luring dan peserta lain lainnya mengikuti secara daring.

 

img_20250709202659_image.png
Dr. dr. Ratni Indrawanti, Sp.A menyampaikan paparan perjalanan penyakit, identifikasi dan komplikasi pada penderita penyakit campak-rubella

Prof. Dr. dr. Elisabeth Siti Herini, Sp.A(K) selaku inisiator Abdimas Departemen Kesehatan Anak FK-KMK UGM dalam sambutan yang disampaikan secara daring menjelaskan bahwa pengabdian masyarakat telah dilakukan pada 3 kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2023 dan 2 pada tahun 2025 untuk membantu dan berkonstribusi dalam mewujudkan eliminasi Campak-Rubella di Kota Yogyakarta dan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

img_20221012150940_image.png

Selain Prof. Herini, sebagai narasumber dari FK-KMK UGM Dr. dr. Agung Triono, Sp.A(K), yang menyampaikan penjelasan tentang Abdimas dan pendahuluan tentang penyakit campak-rubella, Dr. dr. Ratni Indrawanti, Sp.A memberikan materi perjalanan penyakit, identifikasi dan komplikasi jika menderita penyakit campak-rubella.

 

img_20250709202925_image.png
Penyerahan sertifikat Abdimas Departemen Kesehatan Anak FK-KMK UGM oleh Dr. dr. Agung Triono, Sp.A(K) diterima Katimja Surveilans PD SIK Solikhin Dwi R, MPH

Narasumber Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Solikhin Dwi R, MPH menyampaikan progress eliminasi di Kota Yogyakarta dengan dua indikator, yakni pelaksanaan surveilans dan cakupan imunisasi campak rubella (MR). Paparan dan diskusi yang dipandu moderator dr. Debora Sharon Rory berjalan dinamis sampai usai pada sekitar jam 15.00.

 

img_20250709214150_DSC012051.JPG
Peserta diskusi foto bersama narasumber

Pada penghujung diskusi dr. Agung menekankan keseriusan peran semua pihak dalam meningkatkan capaian imunisasi, khususnya MR 2 untuk mewujudkan eliminasi campak-rubella di Kota Yogyakarta. (shol)

img_20241203104206_image.png