Berita

Kunjungan Tim Penilai Eliminasi Malaria Kemenkes RI di Kota Yogyakarta

Dilihat 1602 kali   19/08/2025 10:56:59 WIB

Tim Website Dinkes

img_20250819110442_image.png
drg. Emma Rahmi Aryani, MM., Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyampaikan sambutan

Kota Yogyakarta bukan wilayah endemis Malaria, dan berdasarkan survei vektor yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan Provinsi DIY dan Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2022 sampai dengan tahun 2025 tidak ditemukan nyamuk Anopheles atau disebut bukan daerah reseptif Malaria. Sebagaimana diketahui Malaria adalah penyakit yang ditularkan melalui nyamuk jenis Anopheles.

img_20250819110519_image.png
Kunjungan Tim Assesment Eliminasi Malaria di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta

Namun demikian penyakit malaria ditemukan di Kota Yogyakarta dengan penderita umumnya berasal dari wilayah endemis Malaria di Indonesia yang sedang belajar di Yogyakarta. Penemuan kasus penyakit yang penularannya tidak terjadi di Kota Yogyakarta tersebut disebut Malaria impor.
“Tahun 2023 ditemukan sebanyak 37 penyakit malaria, tahun 2024 sebanyak 59 dan pada tahun 2025 sampai dengan bulan Juli ditemukan 39 penyakit malaria”, papar drg. Emma Rahmi Aryani, MM., Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dalam sambutan pada pembukaan assesment Eliminasi Malaria Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Tim Asesmen dari Kemenkes di Kota Yogyakarta.

img_20221011153304_image.png

Pada tahun 2025 Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu provinsi yang ditargetkan mencapai eliminasi malaria tingkat provinsi, dengan demikian seluruh kabupaten/kota di Provinsi DIY disyaratkan telah dinyatakan eliminasi malaria yang ditetapkan dengan Sertifikat Eliminasi Malaria.

 

img_20250819110542_image.png
Foto bersama Tim Penilai Eliminasi Malaria dengan Tim Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta 

“Pada penilaian Eliminasi Malaria yang dilaksanakan tanggal 11-15 Agustus 2025, salah satu bagian dari penilaian adalah kunjungan Dinas Kesehatan untuk mengetahui program pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, dan kunjungan dilakukan ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo”, jelas dr. Lana Unwanah, MKM., Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit PD SIK.

img_20221012150940_image.png

Tim Penilai Eliminasi Malaria Nasional hadir di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta langsung dipimpin oleh dr.  Ferdinand J Laihad, MPHM., dengan anggota tim ; dr. Herdiana Basri, M.Kes.,M.Epid, dr. Risalia Reni Arsanti, MPH., Sri Budi Fajariyani, SKM., MSc dan Safhira Dwidanitri, SKM. 

Hadir dari unsur Dinas Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas, Kepala Bidang P2PD SIK, Kasi P2M, KaTimja Surveilans PD SIK, programer Malaria dan Kepala Puskesmas di Kota Yogyakarta.

Paparan Program P2P disampaikan Kabid P2P PD SIK dr. Lana Unwanah, MKM dan Anandi Iedha Retnani, S.Gz., MPH, penanggungjawab Program P2 Malaria dan ditanggapi langsung oleh Tim Penilai untuk memberikan saran, masukan dan perbaikan. (shol)

img_20241203104206_image.png