Berita

Kewaspadaan dan Pencegahan HFMD pada Nopember 2025

Dilihat 1660 kali   11/11/2025 12:10:45 WIB

Tim Website Dinkes

 

img_20251111133605_image.png
Gejala penyakit HFMD (gambar: medicastore.com)

Terkait : Apa itu Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut (HFMD) atau Flu Singapura

Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) menangkap adanya potensi penularan penyakit tangan, kaki dan mulut (HFMD : Hand, Foot, and Mouth Disease) di Kota Yogyakarta. Sebanyak 194 sinyal penyakit yang sering disebut dengan Flu Singapura telah ditemukan di 12 puskesmas pada Minggu ke 44 atau awal Nopember 2025. Epidemiolog Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menjelaskan bahwa kewaspadaan (alert) telah disampaikan kepada 12 puskesmas ditemukan terduga HFMD untuk dilakukan pencegahan penularan .

"Begitu menerima alert, tim puskesmas melakukan verifikasi untuk memastikan dan segera melakukan response pencegahan penularan di lokasi ditemukan terduga HFMD”, jelas Solikhin Dwi R, Ketua Tim Kerja Surveilans PD SIK. 

HFMD disebabkan oleh virus dan mudah ditularkan melalui kontak langsung dengan dari cairan tubuh penderita seperti air liur, lendir hidung atau dahak saat batuk/bersin, cairan dari lepuh di kulit, tinja penderita dan setiap permukaan benda yang terkontaminasi (mainan, gagang pintu, meja dan lainnya).

 

img_20251111133743_image.png
Cuci tengan yang benar mencegah risiko penularan penyakit (ft. Kemenkes RI)

HFMD dapat dicegah dan dihindari penularannya dengan melakukan tata laksana faktor risiko, melakan prinsip PHBS dan membatasi interaksi. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan, diantaranya ; 

  • Cuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah mengganti popok.
  • Menjaga kebersihan mainan dan peralatan anak.
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
  • Menutup mulut dan hidung saat batuk/bersin.
  • Menjauhkan anak yang terinfeksi dari sekolah sampai sembuh (biasanya 7–10 hari).

“Orang yang terinfeksi flu Singapura (HFMD) bisa menularkan mulai dari sebelum gejala muncul sampai beberapa hari setelah gejala klinis hilang.” Jelas Solikhin Dwi R.

Dalam 1–2 hari sebelum gejala muncul, virus sudah mulai berada di air liur atau tinja dan dapat menularkan meskipun penderita tampak sehat. Selama sakit, muncul gejala klinis (demam, sariawan, ruam di tangan dan kaki), risiko menular paling tinggi. Setelah gejala hilang, virus masih bisa keluar lewat tinja selama 2–4 minggu.

Dihimbau kepada masyarakat Kota Yogyakarta untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat ; mencuci tangan untuk mencegah penularan penyakit flu Singapura dan penyakit lain yang ditularkan dengan cara serupa (shol)