Berita
Waspadai Penyakit Tangan Kaki dan Mulut (HFMD) atau Flu Singapura
Dilihat 2155 kali 27/11/2025 12:42:33 WIB
Tim Website Dinkes
Terkait : Apa itu Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut (HFMD) atau Flu Singapura
Umbulharjo. Buletin Sistem Kewaspadaan Dini dan Tren Mingguan penyakit yang diterbitkan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melaporkan peningkatan temuan peningkatan suspek Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau Flu Singapura.

Penyakit yang ditandai dengan munculnya demam yang berlangsung 1- 2 hari, rash (ruam pada kulit) dan benjolan kecil di telapak kaki, tangan, dan mukosa mulut mulai menunjukkan peningkatan pada minggu ke 44, 45 dan 46 (24 Oktober-15 November 2025). Selain HFM pada Minggu ke 46 (7-15 November 2025) ditemukan 5 diare akut, 4 suspek campak, 3 Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dan 3 suspek pneumonia.
“Alert atau peringatan kewaspadaan telah disampaikan ke puskesmas untuk memastikan adanya kasus, tindakan PE, tindaklanjut pencegahan dan pengendalian”, jelas Solikhin Dwi R, MPH., Ketua Tim Kerja surveilans PD SIK.

Flu Singapura atau penyakit tangan, kaki, dan mulut (HMFD) disebabkan oleh virus genus Enterovirus dan yang paling sering adalah Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71). Penyakit ini ditularkan melalui kontak kulit, udara pernafasan, cariran dari blister (benjolan kecil) atau tinja pendertia, serta makan dan minum bersama. Cairan atau droplet dari hidung maupun tenggorokan yang keluar saat bersin, Air liur atau ludah yang terlempar ke udara saat batuk.


“Jika menemukan atau mengalami gejala Flu Singapura, segera diperiksakan ke puskesmas dan batasi interaksi untuk menghindari penularan”, jelas Solikhin Dwi R.
Gejala Flu Singapura atau HFMD yang muncul umumnya ringan sehingga dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Penyakit ini ditandai dengan demam yang berlangsung 1- 2 hari, rash (ruam pada kulit) dan benjolan kecil di telapak kaki, tangan, dan mukosa mulut. Penderita cenderung mengalami kurang nafsu makan, lesu, dan nyeri tenggorokan. Kadang-kadang bayi atau balita menjadi mudah marah. Pada beberapa kasus, luka bisa muncul di siku tangan, lutut, pantat dan lipat paha.

HFMD dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat ;
- Cuci tangan dengan benar, terutama sebelum dan setelah makan, setelah bersentuhan dengan penderita dan dari lingkungan penderita HFMD dan tempat yang digunakan bersama misalnya menggunakan kamar kecil, ruang atau kamar perawatan dan lainnya.
- Menerapkan etika batuk yang baik.
- Membersihkan tempat (area) dan benda yang sering disentuh, seperti mainan anak gagang pintu dan lainnya.
(shol)

-
Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Terintegrasi CKG di Kota Yogyakarta345x tampil13/08/2026
-
Bimtek Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk Pengusaha IRTP275x tampil10/08/2026
-
Koordinasi Penggunaan Fingerprint untuk Pasien di Puskesmas Kota Yogyakarta425x tampil29/07/2026
-
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia, 28 Juli565x tampil28/07/2026
-
Pelatihan Manajemen Risiko Pegawai Dinas Kesehatan458x tampil27/07/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-33 Tahun 2026, 16 - 22 Agustus 202683x tampil28/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-32 Tahun 2026, 9 - 15 Agustus 2026149x tampil21/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-31 Tahun 2026, 2 - 8 Agustus 2026182x tampil14/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-30 Tahun 2026, 26 Juli - 1 Agustus 2026245x tampil07/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-29 Tahun 2026, 19 - 25 Juli 2026214x tampil31/07/2026
- HARI INI 2.992
- BULAN INI 14.175
- TAHUN INI 1.115.021
- SEMINGGU TERAKHIR 24.400
- SEBULAN TERAKHIR 103.861
- SETAHUN TERAKHIR 1.738.429
- TOTAL PENGUNJUNG 10.861.742