Berita

Cegah Tertular Penyakit Saat Wisata

Dilihat 623 kali   19/12/2025 14:13:20 WIB

Tim Website Dinkes

img_20251219142650_image.png
Keramaian di titik nol (ft. detik.com)

Hari-hari menjelang penghujung tahun 2025 Kota Yogyakarta ramai karena peningkatan kunjungan wisatawan. 

“Mulai pertengahan Desember  ini terjadi kemacetan setiap siang menjelang sore hari di ruas jalan menuju titik nol dari arah barat dan timur karena antrian bis wisata yang turun ke tengah kota setelah beriwisata di sekitar Kota Yogyakarta”, komentar seorang pengguna jalan yang harus melewati jalan tersebut setiap berangkat dan pulang kerja.

img_20251205111019_image.png

Peningkatan kunjungan tersebut terjadi karena banyaknya warga masyarakat dari luar Kota Yogyakarta mengagendakan liburan di Kota Pelajar pada momentum libur sekolah, libur natal dan tahun baru.

Kehadiran wisatawan dari berbagai pelosok tanah air akan membentuk kepadatan di titik-titik tertentu terutama di sepanjang jalan antara Tugu Yogyakarta sampai Keraton Yogyakarta. Tingginya mobilitas dan interaksi wisatawan dengan berbagai aktifitasnya akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat Kota Yogyakarta baik secara ekonomi, sosial dan budaya. Ekonomi mikro akan bergerak, UMKM kerajinan, makanan, garmen (batik dan lainnya), restoran dan warung makan, jasa transportasi tradisional dan modern, penginapan dan perhotelan terpantik aktifitasnya dan mendapatkan keuntungan finansial.

 

img_20251219142711_image.png
Ruas Malioboro (ft. jelajahnesia.com)

Dalam perspektif kesehatan, khususnya pencegahan dan pengendalian penyakit menular (P2PM), adanya mobilitas dan interaksi orang yang intens dan massif memiliki potensi terjadinya penularan penyakit. Dalam bahasa sederhana, orang sakit akan menularkan kepada orang lain dan membawa pulang ke daerah asalnya.

Menurut dosen Ilmu Penyakit Dalam FKKMK UGM, dr. Yanri Wijayanti Subronto, Ph.D., Sp.PD-KPTI penyakit-penyakit infeksi dan gejala yang sering berhubungan dengan berwisata diantaranya diare dan masalah gastrointestinal, hepatitis A, malaria, dengue fever (demam berdarah), infeksi parasit, tuberkolosis, typhoid fever (tipes), yellow fever, dan meningitis (radang selaput otak).

img_20221012150940_image.png

Dihimbau kepada wisatawan pengunjung Kota Yogyakarta selalu melakukan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit melalui ;

  1. Cuci tangan dengan baik dan benar menggunakan air bersih mengalir dan sabun setiap menjelang makan atau  menggunakan hand sanitizer
  2. Menkonsumsi makanan dan minuman yang dikelola (disajikan) dengan higienis
  3. Terapkan etika batuk dengan baik ; Tutup hidung dan mulut dengan menggunakan tisu/saputangan atau lengan dalam baju ketika batuk dan bersin. Segera buang tisu yang sudah dipakai ke dalam tempat sampah
  4. Menggunakan masker jika berada di tempat-tempat berisiko ; berdekatan dengan orang yang diduga sakit (sedang batuk), ditempat kerumunan banyak orang dan lainnya.
  5. Jika dalam kondisi sakit, utamakan istirahat (dengan pengobatan) untuk memulihkan kesehatannya.

(shol)

img_20241203104206_image.png