Berita

Apakah Super Flu?

Dilihat 4319 kali   05/01/2026 15:46:18 WIB

Tim Website Dinkes

img_20260105160803_image.png
Ilustrasi (info nasional)

Terkait : Mencegah penularan super flu

Awal tahun 2026 masyarakat dihebohkan dengan penularan flu yang disebut dengan ‘super flu’ yang disebabkan oleh virus Influenza A (H3N2) subclade K. Centers for Disease Control (US CDC) menyebutkan bahwa istilah super flu tidak pernah dipakai dalam dokumen ilmiah atau pedoman resmi, nama  tersebut bermula dari media dan publik saat kasus flu tersebut meningkat tajam. 

img_20251205111019_image.png

Sebutan tersebut berawal saat terjadi musim flu di AS pada akhir 2025 yang menunjukkan peningkatan kasus flu akibat virus influenza A, terutama H3N2 subclade K –varian yang dominan sebagai penyebab kasus flu di banyak negara termasuk AS dan Eropa- . 

CDC melaporkan tingginya kasus infeksi, jumlah rawat inap, dan adanya kematian menjadikan musim flu tersebut dianggap lebih parah dibanding musim flu sebelumnya sehingga muncul istilah “super” karena dilihat dari  tren penyebaran dan dampaknya.

WHO dan US CDC tidak menyebut secara resmi flu akibat virus H3N2 subclade K lebih berbahaya secara intrisik dengan lainnya.

CDC menekankan, secara klinis flu tersebut tidak memiliki gejala yang benar-benar baru, namun tingkat keparahan, durasi, dan dampak klinisnya yang lebih besar dibanding dengan banyak strain influenza lain.

img_20221012150940_image.png

Gejala klinis infeksi H3N2 subclade K yang sering ditemukan : 

  • Demam lebih tinggi dan mendadak
  • Nyeri otot & sendi lebih hebat
  • Lemas ekstrem (prostration)
  • Sakit kepala berat
  • Batuk lebih persisten
  • Durasi sakit lebih panjang
  • Kondisi infeksi tertentu dapat menyebabkan pneumonia virus, eksaserbasi asma/Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
  • Pada lansia (risiko tinggi) lebih sering membutuhkan rawat inap

terkait : Mencegah penularan super flu

(shol)

img_20241203104206_image.png