Berita
Hari Gizi Nasional (HGN) Diperingati Setiap 25 Januari, Berikut Sejarahnya.
Dilihat 3401 kali 26/01/2026 09:52:25 WIB
Tim Website Dinkes

Upaya pengentasan masalah gizi masyarakat telah menjadi perhatian serius pemerintah sejak tahun 1950. Pada tahun 1950 tersebut telah terbentuk Lembaga Makanan Rakyat (LMR) -dikenal dengan nama Instituut Voor Volksvoeding (IVV)- bagian dari Lembaga Penelitian Eijckman. Menteri Kesehatan dr. J Leimena menetapkan dan mengangkat Prof. Poorwo Soedarmo sebagai Kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR).

Pada tahun 1951 dalam rangka menyiapkan tenaga profesional untuk memberikan edukasi tentang makanan sehat, pola konsumsi, dan cara mencegah masalah gizi, Kementerian Kesehatan mendirikan Sekolah Juru Penerang Makanan (SJPM) dibawah Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Sekolah Juru Penerang Makanan (SJPM) secara resmi didirikan pada tanggal 25 Januari 1951. Berdirinya sekolah yang melahirkan tenaga gizi Indonesia, pelopor edukasi gizi masyarakat tersebut merupakan tonggak besar dalam pembangunan gizi di Indonesia. Memperhatikan momentum tersebut selanjutnya 25 Januari ditetapkan sebagai Hari Gizi Nasional.

Hari Gizi Nasional (HGN) pada 25 Januari pertama diselenggarakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada tahun 1961. Sejak tahun 1970-an penyelenggaraan HGN dilaksanakan oleh Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI hingga sekarang.

Hari Gizi Nasional (HGN) Ke-66 Tahun 2026
Pada Hari Gizi Nasional (HGN) Ke-66 Tahun 2026 pemerintah menekankan pentingnya menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen berbagai pihak untuk mewujudkan Indonesia Sehat melalui penerapan konsumsi gizi seimbang dan dukungan terhadap produksi pangan yang berkelanjutan.

Peran bersama semua pihak diharapkan akan mengurai permasalahan gizi di masyarakat menjadi lebih baik. Beberapa permasalahan gizi masyarakat yang perlu perhatian ;
- Membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi, seimbang dan aman. Gizi yang baik merupakan fondasi dari kesehatan.
- Adanya masalah gizi dimasyarakat baik stunting, obesitas dan kurang gizi.
- Perlunya memberikan penyadaran dan dorongan kepada masyarakat untuk memperbaiki pola makan dan gaya hidup sehat melalui edukasi, promosi kesehatan dan kampanye konsumsi makanan lokal bergizi, pembatasan garam, gula dan makanan berlemak dan meningkatkan konsumsi buah dan sayur.
(Shol)
Dari berbagai sumber

-
Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Terintegrasi CKG di Kota Yogyakarta222x tampil13/08/2026
-
Bimtek Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk Pengusaha IRTP203x tampil10/08/2026
-
Koordinasi Penggunaan Fingerprint untuk Pasien di Puskesmas Kota Yogyakarta364x tampil29/07/2026
-
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia, 28 Juli486x tampil28/07/2026
-
Pelatihan Manajemen Risiko Pegawai Dinas Kesehatan391x tampil27/07/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-31 Tahun 2026, 2 - 8 Agustus 202682x tampil14/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-30 Tahun 2026, 26 Juli - 1 Agustus 2026174x tampil07/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-29 Tahun 2026, 19 - 25 Juli 2026165x tampil31/07/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-28 Tahun 2026, 12 - 18 Juli 2026174x tampil23/07/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-27 Tahun 2026, 5 - 11 Juli 2026200x tampil17/07/2026
- HARI INI 3.661
- BULAN INI 70.607
- TAHUN INI 1.064.621
- SEMINGGU TERAKHIR 24.401
- SEBULAN TERAKHIR 114.458
- SETAHUN TERAKHIR 1.756.030
- TOTAL PENGUNJUNG 10.811.342