Berita

Penguatan Tatalaksana Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis

Dilihat 569 kali   23/01/2026 14:02:07 WIB

Tim Website Dinkes

Pencegahan dan Pengendalian penyakit zoonosis, khususnya Leptospirosis masih menjadi masalah kesehatan di Kota Yogyakarta. Sementara untuk kasus penyakit DBD, mengalami penurunan semenjak pelepasan nyamuk ber-wolbachia pada tahun 2019.

img_20260123140247_image.png
dr. Doni Priambodo Wijisaksono, Sp. PD-KPTI memberikan penjelasan tatalaksana penyakit DBD dan Leptospirosis

Selain pengendalian vektor dan faktor risiko lingkungan, ketepatan dan kecepatan dalam penemuan dan tatalaksana penderita penyakit tular vektor merupakan langkah penting untuk mencegah perburukan.

“Tenaga medis di faskes baik puskesmas, klinik dan rumah sakit menjadi ujung tombak dalam penemuan dan tatalaksana penyakit tular vektor dan zoonosis”, jelas dr. Lana Unwanah, MKM., Kabid P2P PD SIK Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

img_20251205111019_image.png

“Diagnosis yang tepat dan tatalaksana yang cepat oleh tenga medis akan mencegah perburukan pasien. Proses demikian bisa dilakukan dengan baik jika tenaga medis memiliki pemahaman dan kecakapan yang baik dalam tatalaksana pasien”, tambah dr. Lana.

Terkait dengan hal tersebut Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melalui Seksi P2M dan Imunisasi melenggarakan Penguatan Penanggulangan Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis bagi tenaga medis di klinik dan rumah sakit. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis 22 Januari 2026 bertempat di Aula C Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta. Materi difokuskan pada tatalaksana penyakit Leptospirosis dan Demam Berdarah Dengue (DBD) difasilitas pelayanan kesehatan. Narasumber ahli yang dihadirkan, dr. Doni Priambodo Wijisaksono, Sp. PD-KPTI memberikan penjelasan secara rinci dan detail terkait tatalaksana yang tepat terhadap dua kasus penyakit tersebut.

img_20221012150940_image.png

Penanggungjawab kegiatan Kepala Seksi P2M dan Imunisasi dr. Endang Sri Rahayu menyebutkan sebanyak 13 orang dokter spsialis Penyakit Dalam dari 13 rumah sakit, 3 dokter klinik dan 2 dokter praktik mandiri diundang pada kegiatan tersebut. 

“Selain tenaga medis, juga hadir Kasi P2 Dinkes Provinsi DI Yogyakarta, Kabid P2P PD SIK Dinkes Kota Yogyakarta, pengelola program zoonosis Dinkes DIY dan Dinkes Kota Yogyakarta”, papar dr. Endang. (shol)

img_20241203104206_image.png