Berita
Waspadai dan Kenali Campak untuk Cegah Penularan
Dilihat 13646 kali 09/03/2026 14:31:07 WIB
Tim Website Dinkes
Terkait : Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Menangkap Suspek Campak pada Awal Tahun 2026
Umbulharjo. Pada minggu ke-6 dan minggu ke-7 tahun 2026 terjadi kasus kasus campak yang menjangkit hampir bersamaan di beberapa kabupaten/kota dan Provinsi di Indonesia. Sampai dengan tanggal 28 Februari 2026, Kementerian Kesehatan mencatat telah terjadi 12 KLB Campak Konfirmasi Laboratorium di 9 kabupaten/kota di 6 Provinsi. Peningkatan kasus serupa juga terjadi di beberapa negara.

Campak (jawa : gabagen) adalah Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) ditularkan oleh virus campak (Morbilivirus). Campak sangat menular dan umumnya menyerang anak-anak, ditularkan lewat udara melalui droplet yang keluar saat penderita batuk atau bersin.
Gejala awal campak mirip dengan flu berupa demam tinggi, batuk, pilek dan mata memerah. Gejala khas muncul beberapa hari kemudian berupa ruam merah, biasanya mulai dari wajah dan menyebar ke beberapa bagian tubuh dan muncul titik putih di dalam mulut (bentuk koplik).
Di Kota Yogyakarta sampai dengan minggu ke-8 ditemukan sebanyak 6 positif Campak (Gabagen).
“Dari 42 diduga (suspek) Campak yang terjaring melalui surveilans berbasis indikator dan surveilans berbasis kejadian ditemukan 6 kasus positif Campak dari Minggu Ke-1 sampai Minggu Ke-7 tahun 2026”, jelas Solikhin Dwi R Ketua Tim Kerja Surveilans PD SIK Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Solikhin DR lebih lanjut menjelaskan bahwa umumnya penularan Campak terjadi karena kontak lansung dengan penderita, maka penderita campak diedukasi untuk berada di rumah (isolasi) dan untuk sementara tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Melalui puskesmas, seluruh penderita telah memperoleh pengobatan dan diberikan edukasi untuk mencegah penularan. Penyelidikan epidemiologi (PE) telah dilakukan untuk mengetahui sumber penularan dan mencari kontak erat yang berpotensi tertular untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Sebagaimana diketahui, penularan campak dapat dicegah dengan imunisasi MR (Measles and Rubella). Cakupan imunisasi MR yang tinggi akan meningkatkan imunitas kolektif dan mencegah penularan di masyarakat.
Memperhatikan hal tersebut Dinas Kesehatan melalui Bidang P2P meminta seluruh puskesmas untuk waspada dan melaksanakan langkah langkah antisipatif dengan ;
- Melakukan penguatan program imunisasi untuk mencapai cakupan yang tinggi, merata, dan berkualitas (minimal 95%) di setiap wilayah
- Melakukan promosi dan edukasi tentang pencegahan penyakit campak kepada seluruh tenaga kesehatan, guru, pengasuh, orang tua dan masyarakat, dengan memanfaatkan media KIE dan media sosial
- Meningkatkan kinerja surveilans campak-rubela dengan melibatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah untuk deteksi dini dan pencegahan penularan.
Bagi masyarakat dihimbau untuk waspada dan ikut berpartisipasi aktif dalam pencegahan penularan di masyarakat, diantaranya :
- Membawa anak ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi MR lengkap jika belum mendapatkan imunisasi. Imunisasi MR diberikan pada bayi umur 9 bulan (MR1) dan pada umur 18 bulan (MR2/booster).
- Segera lapor ke puskesmas sesuai wilayahnya atau fasilitas kesehatan lain jika muncul gejala awal campak pada anak seperti demam, bercak kemerahan seluruh badan (ruam) dan dapat disertai batuk pilek.
- Waspada dan kenali tanda-tanda bahaya seperti anak tampak lemas, kesadaran menurun, nafas cepat/susah bernafas, diare berat dengan dehidrasi dan tidak mau minum, nadi cepat, kejang, mata nyeri dan penglihatan kabur, jika muncul tanda-tanda tersebut segera dibawa ke rumah sakit.
- Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan protokol kesehatan seperti memakai masker dan mencuci tangan.
- Isolasi anak yang sakit campak di rumah untuk mencegah penularan ke orang lain dan berikan makanan bergizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan.
- Segera melaporkan ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lain jika menemukan orang dengan gejala demam dan bercak merah (ruam) ditengah-tengah masyarakat.
(shol)
-
Pengukuhan Pengurus Wilayah Yayasan Kanker Indonesia Kota Yogyakarta Masa Bakti 2026-2031100x tampil23/07/2026
-
Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026 di Kota Yogyakarta131x tampil23/07/2026
-
Agustus 2026 Imunisasi HPV anak laki-laki di Kota Yogyakarta140x tampil22/07/2026
-
Vaksin HPV untuk Anak Laki-laki, Pentingkah?128x tampil21/07/2026
-
Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Rumah Sakit di Kota Yogyakarta4208x tampil15/07/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-28 Tahun 2026, 12 - 18 Juli 202616x tampil23/07/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-27 Tahun 2026, 5 - 11 Juli 202668x tampil17/07/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-26 Tahun 2026, 28 Juni - 4 Juli 202658x tampil14/07/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-25 Tahun 2026, 21 - 27 Juni 2026112x tampil10/07/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-24 Tahun 2026, 14 - 20 Juni 2026162x tampil29/06/2026
- HARI INI 2.896
- BULAN INI 100.414
- TAHUN INI 961.787
- SEMINGGU TERAKHIR 25.475
- SEBULAN TERAKHIR 123.794
- SETAHUN TERAKHIR 1.755.072
- TOTAL PENGUNJUNG 10.708.508