Berita

Monitoring Kinerja Penanggungjawab Kampung pada Program Satu Kampung Satu Bidan (SKSB)

Dilihat 506 kali   11/03/2026 11:58:05 WIB

Tim Website Dinkes

Umbulharjo. Wali Kota Yogyakarta DR (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menetapkan Satu Kampung Satu Bidan/Tenaga Kesehatan sebagai salah satu Quick Wins untuk mendekatkan akses layanan kesehatan gratis langsung ke tingkat kelurahan/kampung. 

Program Satu Kampung Satu Bidan/Tenaga Kesehatan dilaunching pada 3 Oktober 2025 dan menandai dimulainya para bidan atau tenaga kesehatan mendampingi 45 kelurahan bersama puskesmas.

 

img_20260311120001_image.png
Monitoring Kinerja Penanggungjawab Kampung pada Program Satu Kampung Satu Bidan (SKSB) oleh Wali Kota Yogyakarta
img_20251205111019_image.png

Dalam pelaksanaan Quick Wins Satu Kampung Satu Bidan/Tenaga Kesehatan (SKSB), bidan atau tenaga kesehatan SKSB berkolaborasi dan bersinergi dalam satu tim dengan Penanggung Jawab (Pj) Kampung yang dikoordinasikan oleh puskesmas. Memperhatikan hal tersebut Pj Kampung memiliki peran yang strategis dalam pelaksanaan SKSB.

Untuk memastikan progres kinerja Pj Kampung pada Program SKSB Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan kegiatan Monitoring Kinerja PJ Kampung pada Program Satu Kampung Satu Bidan/Tenaga Kesehatan oleh Wali Kota Yogyakarta pada Selasa (10/3/2026).

 

img_20260311115941_image.png
Wali Kota Yogyakarta DR (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) didampingi kepala Dinas Kesehatan dan Kabid Kesmas Dinas Kesehatan

“Dengan monitoring langsung oleh Wali Kota, Wali Kota akan mengetahui progres kinerja secara langsung PJ Kampung dan Bidan atau nakes Tim SKSB”, jelas Iswari Paramita, SKM, MPA,  Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan. Paramita berharap kinerja Pj Kampung dan nakes Tim SKSB selanjutnya akan lebih terukur dan terstruktur dengan monitoring langsung oleh Wali Kota Yogyakarta. 

img_20221012150940_image.png

Hadir pada kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Utama Atas (Aula Bima) tersebut Wali Kota Yogyakarta, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala OPD terkait, pejabat struktural Dinas Kesehatan, 169 PJ Kampung, 45 Bidan/Perawat Tim SKSB, 18 Kepala Puskesmas, Penanggung jawab Upaya Kesehatan Lansia Puskesmas dan undangan lainnya.

 

img_20260311120327_image.png
Salah satu bidan menyampaikan penjelasan kepada Wali Kota Yogyakarta pada sesi diskusi

Wali Kota Yogyakarta DR (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menegaskan bahwa untuk membangun kinerja yang baik dalam program SKSB, PJ Kampung dan tim Satu Kampung Satu Bidan (SKSB) wajib menguasai data krusial yang ada di wilayah masing-masing. Secara detail, setiap PJ Kampung dan tim Satu Kampung Satu Bidan (SKSB) melaksanakan pendataan, skrining, kunjungan rumah terencana, memantau stunting, visiting lansia PJP, pantau kasus TB dan Gangguan Jiwa

“Fokus pada permasalahan kasus stunting (bumil, balita), lansia PJP, kasus TBC dan kasus gangguan jiwa”, tegas Wali Kota.  

Pada kesempatan sambutan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan drg. Emma Rahmi Aryani, MM, memberikan motivasi agar semua tim Puskesmas mengenal data wilayah dengan baik. Utamanya data masalah kesehatan pada ibu hamil, balita, dewasa dan lansia (sesuai siklus hidup).

Usai monitoring oleh Wali Kota diharapkan Pj Kampung dan Bidan/Nakes SKSB dapat melaksanakan kegiatan dalam program (Quick Wins) Satu Kampung Satu Bidan/Tenaga Kesehatan (SKSB) sesuai arahan Wali Kota. (mita_kesga.gizi/shol)

img_20241203104206_image.png