Berita

Memperingati Hari Malaria Sedunia 2026, Kota Yogyakarta Tetap Waspadai Kasus Impor

Dilihat 123 kali   29/04/2026 08:36:19 WIB

Tim Website Dinkes

Kota Yogyakarta. Setiap 25 April diperingati Hari Malaria Sedunia (HMS), peringatan tersebut untuk menguatkan tekad menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit Malaria.

img_20260429090617_image.png
Survei migrasi di Mako Brimob

Tahun 2026 Hari Malaria Sedunia (HMS) dengan tema "Bertekad Mengakhiri Malaria: Sekarang Kita Bisa. Sekarang Kita Harus", diharapkan dapat meningkatkan kesadaran global perlunya investasi berkelanjutan, komitmen politik, inovasi dalam pencegahan dan pengobatan malaria. Untuk situasi di Indonesia, pemerintah memperkuat komitmen eliminasi malaria dengan target nasional bebas malaria pada tahun 2030.

img_20260429090707_image.png
Survei migrasi di UST

Kota Yogyakarta sejak tahun 2014 berstatus daerah Eliminasi Malaria. Kepala Seksi P2 Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan dr. Endang SR menjelaskan bahwa status Eliminasi Malaria ditunjukkan dengan terpenuhinya indikator eliminasi malaria, yaitu Annual Parasite Incidence (API) < 1 per 1.000 penduduk, positivity rate (PR) < 5% dan tidak ada kasus indigenous (kasus malaria yang penularannya terjadi di suatu wilayah, bukan kasus impor dari daerah lain) selama tiga tahun berturut-turut. Case Fatality Rate (CFR) malaria atau angka kematian yang disebabkan oleh malaria (dalam persentase) sejumlah 1,2% (1 kasus malaria) kurang dari 5% (standar baku CFR). Dan sebagai catatan, kematian karena malaria di Kota Yogyakarta adalah kasus impor atau penderita dari luar Kota Yogyakarta.

img_20251205111019_image.png

Epidemiolog Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Solikhin Dwi R, MPH. Menjelaskan kewaspadaan dan deteksi dini tetap dilakukan, mengingat jika ada penderita positif malaria dari daerah endemis berada di Kota Yogyakarta, dan ada vektor (nyamuk anopheles) yang cocok, berpotensi menularkan malaria di wilayah Kota Yogyakarta. Beruntungnya, saat ini belum ada nyamuk Anopheles yang cocok untuk berkembang biak plasmodium (Malaria).

survey vektor malaria
Survey vektor malaria

Kepala Bidang P2PD SIK dr. Lana Unwanah, MKM menguatkan dengan penjelasannya bahwa kasus positif Malaria di Kota Yogyakarta bukan kasus Indigenous atau malaria yang penularannya terjadi di internal Kota Yogyakarta.

“Di Kota Yogyakarta tinggal mahasiswa dari daerah endemis di luar Jawa dan petugas keamanan yang usai bertugas secara periodik di daerah endemis dan berpotensi membawa malaria ke Kota Yogyakarta. jelas dr. Lana

img_20221012150940_image.png

Terkait dengan Peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) dan status Eliminasi Malaria Kota Yogyakarta, Kepala Bidang P2PD SIK dr. Lana Unwanah, MKM menjelaskan upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

  1. Menguatkan kerja sama dalam pencegahan dan pengendalian malaria seperti ATM oleh Global Fund sebagai donor dan Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) sebagai fasilitator dalam perencanaan dan penganggaran program di tingkat daerah.
  2. Survei migrasi untuk deteksi dan pemantauan mobilitas populasi berisiko (dari daerah endemis) ke Kota Yogyakarta.
  3. Survei vektor Malaria (Nyamuk Anopheles).
  4. Menguatkan peran puskesmas dalam surveilans migrasi, deteksi dini dan tatalaksana malaria di faskes satu dan rumah sakit.
  5. Melibatkan semua pihak terkait dalam pencegahan dan pengendalian Malaria, seperti Perguruan Tinggi, Kepolisian RI, Kodim, komunitas masyarakat dari daerah endemis dan lainnya.

Hari Malaria Sedunia (HMS), "Bertekad Mengakhiri Malaria: Sekarang Kita Bisa. Sekarang Kita Harus", (shol)

img_20241203104206_image.png