Berita

Dinkes Pantau Kesehatan Jamaah Haji Saat Pulang di Debarkasi YIA dan di Wilayah

Dilihat 205 kali   19/06/2026 10:56:21 WIB

Tim Website Dinkes

Umbulharjo. Sejumlah 494 orang Jamaah Haji asal Kota Yogyakarta secara bertahap kembali ke tanah air. Kepulangan Jama’ah haji asal Kota Yogyakarta terbagi dalam 3 kloter dengan kedatangan melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Kloter pertama YIA-06, khusus jamaah dari Kota Yogyakarta mendarat di Bandara YIA pada 9 Juni 2026, Kloter kedua YIA-07 gabungan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul pada 10 Juni 2026 dan kloter ketiga YIA-26 gabungan Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, & Purworejo direncanakan pada 30 Juni 2026. 

img_20260619105819_image.png
Jama'ah Haji Tahun 2026 datang di Debarkasi YIA Kulon Progo (ft. Antara)

Tim Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bersama puskesmas dan OPD terkait melakukan penjemputan di debarkasi YIA Kulonprogo. 

“Tim Kesehatan Dinkes hadir untuk memastikan kesehatan seluruh jamaah setelah menjalankan rangkaian ibadah di tanah suci dan perjalana ke tanah air”, papar drg. Rohadanti, MPH., salah seorang anggota Tim Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta. Rohadanti menyebutkan bahwa jamaah haji Kloter YIA-06 secara umum jamaah dalam kondisi sehat dan hanya mengalami capek perjalanan.

img_20251205111019_image.png

Saat dikonfirmasi apakah ada jamaah yang mendapatkan perawatan, perawat senior Anwar DC S.Kep., MPH anggota Tim Kesehatan Dinkes menjelaskan ada 1 orang yang dirujuk ke RSUD Yogyakarta untuk perawatan lanjut dari tindakan yang dilakukan saat di Arab Saudi karena serangan jantung, 1 orang diberi tatalaksana asma dan pneumonia ringan oleh puskesmas dan diantarkan sampai rumah.

Terkait dengan pencegahan penularan penyakit pasca kepulangan jamaah haji Dinas Kesehatan bersama puskesmas akan melakukan pemantauan selama 21 hari pasca kepulangan.

img_20260619105923_image.png
Kloter YIA-06 Kota Yogyakarta sampai di bandara YIA Kulon Progo (gbr. Kemenhaj)

“Pemantauan dan deteksi dini dilakukan khususnya pada penyakit infeksi emerging potensial penularan karena terjadinya interaksi jama’ah dengan orang dari seluruh penjuru dunia. Pemantauan dilakukan terutama terhadap penyakit MERS-Cov, Influenza, COVID-19, Meningitis dan Pneumonia”, jelas dr. Lana Unwanah MM, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit PD SIK.

dr. Lana juga menegaskan bahwa Jemaah haji Kota Yogyakarta wajib melapor ke puskesmas jika mengalami gejala deman atau gangguan pernafasan dalam waktu 21 hari sejak tiba di Kota Yogyakarta dan jamaah haji yang pulang dibekali Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) untuk pemantauan dalam 21 hari.

img_20221012150940_image.png

Selain melapor ke puskesmas, jika jamaah mengalami demam di atas 38°C, batuk, pilek, atau gangguan pernapasan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri untuk mencegah penularan dan tidak menerima tamu sampai kondisi sehat.

Jamaah dihimbau untuk melakukan tindakan pencegahan penularan sebagai langkah proteksi diri dan keluarga secara mandiri dengan memakai masker saat berinteraksi dengan orang lain,  Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun secara rutin, mengkonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup untuk mengembalikan stamina. (shol)

img_20241203104206_image.png