Berita

Surveilans PD3I untuk Waspada dan Cegah Penyakit Menular PD3I

Dilihat 348 kali   22/06/2026 14:59:57 WIB

Tim Website Dinkes

Umbulharjo. Pada Rabu (17/6/2026) dan Kamis (18/6/2026) Dinas Kesehatan melalui Tim Kerja Surveilans PD SIK melakukan kegiatan penguatan dan evaluasi pelaksanaan Surveilans PD3I. Sasaran kegiatan adalah pengelola surveilans puskesmas dan rumah sakit yang memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan surveilans.

img_20260622150659_image.png
Koordinasi surveilans PD3I di rumah sakit se-Kota Yogyakarta

“Kegiatan diikuti oleh seluruh epidemiolog pengelola surveilans dari 18 puskesmas, Dinas Kesehatan dan mahasiswa S2 Field epidemiology (FETP) UGM”, jelas Dwi Ana Sulistyani, SKM., Epidemiolog Dinas Kesehatan pelaksana kegiatan evaluasi pelaksanaan Surveilans PD3I.

“Evaluasi hari ini lebih berfokus pada validasi data kasus penyakit Campak, Rubella, Pertusis, Difteri dan AFP untuk tindak lanjut di lapangan”, tambah Dwi Ana.

img_20251205111019_image.png

Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) adakah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri atau virus yang penularan dan penyebarannya dapat ditekan, dikurangi dan dieliminasi secara efektif melalui program imunisasi atau vaksinasi. Termasuk PD3I adalah penyakit Tuberkulosis (TBC), Hepatitis, Polio, Difteri, Pertusis, Tetanus, Campak, Rubela, Pneumonia & Meningitis dan Japanese Encephalitis (JE).

img_20260622150725_image.png
Koordinasi surveilans PD3I di puskesmas Kota Yogyakarta

Sebagaimana diketahui imunisasi adalah proses pembentukan kekebalan atau resistensi terhadap penyakit infeksi tertentu setelah diberikan vaksin (divaksinasi). Tubuh yang diberi vaksin, secara aktif akan memproduksi antibodi sehingga jika suatu saat terpapar penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami gejala ringan. Jika imunisasi atau vaksinasi di suatu daerah berhasil baik, dengan cakupan tinggi (diatas 95%) dari sasaran maka penularan dan penyebaran PD3I akan dapat dicegah dan dikendalikan, bahkan daerah tersebut dapat mencapai herd immunity

img_20221012150940_image.png

 

Ketua Tim Kerja Surveilans PD SIK, Solikhin Dwi R menjelaskan bahwa kewaspadaan terhadap penularan dan munculnya PD3I harus tetap dilakukan dan selalu ditingkatkan walau cakupan imunisasi sudah tinggi mengingat mobilitas penduduk dari dan ke Kota Yogyakarta cukup tinggi. Terjadinya kasus penyakit menular di daerah lain berisiko ‘masuk’ ke Kota Yogyakarta karena mobilitas dan interaksi dengan penduduk Kota Yogyakarta.

img_20260622150743_image.png
Koordinasi surveilans PD3I di puskesmas Kota Yogyakarta

“Surveilans PD3I yang kuat, cepat, tepat, dan respons yang terukur diterapkan untuk deteksi dini adanya penyakit PD3I”, tegas Ketua Tim Kerja Surveilans PD SIK.

Surveilans penyakit PD3I dengan kegiatan berupa pengamatan sistematis dan terus-menerus terhadap data dan masalah kesehatan terkait dengan PD3I dapat memprediksi, mengamati tren penyebaran, serta merespons dan mencegah ancaman terjadinya KLB/wabah dengan cepat dan efektif. (shol)

img_20241203104206_image.png