Berita
Surveilans PD3I untuk Waspada dan Cegah Penyakit Menular PD3I
Dilihat 1542 kali 22/06/2026 14:59:57 WIB
Tim Website Dinkes
Umbulharjo. Pada Rabu (17/6/2026) dan Kamis (18/6/2026) Dinas Kesehatan melalui Tim Kerja Surveilans PD SIK melakukan kegiatan penguatan dan evaluasi pelaksanaan Surveilans PD3I. Sasaran kegiatan adalah pengelola surveilans puskesmas dan rumah sakit yang memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan surveilans.

“Kegiatan diikuti oleh seluruh epidemiolog pengelola surveilans dari 18 puskesmas, Dinas Kesehatan dan mahasiswa S2 Field epidemiology (FETP) UGM”, jelas Dwi Ana Sulistyani, SKM., Epidemiolog Dinas Kesehatan pelaksana kegiatan evaluasi pelaksanaan Surveilans PD3I.
“Evaluasi hari ini lebih berfokus pada validasi data kasus penyakit Campak, Rubella, Pertusis, Difteri dan AFP untuk tindak lanjut di lapangan”, tambah Dwi Ana.

Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) adakah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri atau virus yang penularan dan penyebarannya dapat ditekan, dikurangi dan dieliminasi secara efektif melalui program imunisasi atau vaksinasi. Termasuk PD3I adalah penyakit Tuberkulosis (TBC), Hepatitis, Polio, Difteri, Pertusis, Tetanus, Campak, Rubela, Pneumonia & Meningitis dan Japanese Encephalitis (JE).

Sebagaimana diketahui imunisasi adalah proses pembentukan kekebalan atau resistensi terhadap penyakit infeksi tertentu setelah diberikan vaksin (divaksinasi). Tubuh yang diberi vaksin, secara aktif akan memproduksi antibodi sehingga jika suatu saat terpapar penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami gejala ringan. Jika imunisasi atau vaksinasi di suatu daerah berhasil baik, dengan cakupan tinggi (diatas 95%) dari sasaran maka penularan dan penyebaran PD3I akan dapat dicegah dan dikendalikan, bahkan daerah tersebut dapat mencapai herd immunity.

Ketua Tim Kerja Surveilans PD SIK, Solikhin Dwi R menjelaskan bahwa kewaspadaan terhadap penularan dan munculnya PD3I harus tetap dilakukan dan selalu ditingkatkan walau cakupan imunisasi sudah tinggi mengingat mobilitas penduduk dari dan ke Kota Yogyakarta cukup tinggi. Terjadinya kasus penyakit menular di daerah lain berisiko ‘masuk’ ke Kota Yogyakarta karena mobilitas dan interaksi dengan penduduk Kota Yogyakarta.

“Surveilans PD3I yang kuat, cepat, tepat, dan respons yang terukur diterapkan untuk deteksi dini adanya penyakit PD3I”, tegas Ketua Tim Kerja Surveilans PD SIK.
Surveilans penyakit PD3I dengan kegiatan berupa pengamatan sistematis dan terus-menerus terhadap data dan masalah kesehatan terkait dengan PD3I dapat memprediksi, mengamati tren penyebaran, serta merespons dan mencegah ancaman terjadinya KLB/wabah dengan cepat dan efektif. (shol)
-
Kelas Orang Tua Balita Kota Yogyakarta154x tampil15/09/2026
-
Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Terintegrasi CKG di Kota Yogyakarta540x tampil13/08/2026
-
Bimtek Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk Pengusaha IRTP378x tampil10/08/2026
-
Koordinasi Penggunaan Fingerprint untuk Pasien di Puskesmas Kota Yogyakarta502x tampil29/07/2026
-
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia, 28 Juli682x tampil28/07/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-35 Tahun 2026, 30 Agt - 5 Sept 202640x tampil15/09/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-34 Tahun 2026, 23 - 29 Agustus 2026125x tampil07/09/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-33 Tahun 2026, 16 - 22 Agustus 2026173x tampil28/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-32 Tahun 2026, 9 - 15 Agustus 2026209x tampil21/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-31 Tahun 2026, 2 - 8 Agustus 2026264x tampil14/08/2026
- HARI INI 2.396
- BULAN INI 72.408
- TAHUN INI 1.173.254
- SEMINGGU TERAKHIR 28.339
- SEBULAN TERAKHIR 116.525
- SETAHUN TERAKHIR 1.732.737
- TOTAL PENGUNJUNG 10.919.975
