Berita
Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Terintegrasi CKG di Kota Yogyakarta
Dilihat 1092 kali 13/08/2026 14:59:08 WIB
Tim Website Dinkes
Active Case Finding (ACF) adalah upaya meningkatkan penemuan kasus TBC tidak terdeteksi (undetected) melalui kegiatan pro-aktif mencari orang berisiko, bergejala dan melakukan deteksi dini. Kegiatan ACF di Kota Yogyakarta telah dilakukan sejak tahun 2020 dan pada kegiatan ACF awal tersebut didukung oleh LSM Zero TB Yogyakarta. ACF dilaksanakan dengan skrining pada kelompok berisiko menggunakan mobile chest x-ray (CXR). Penggunaan CXR dinilai lebih sensitif dibandingkan dengan skrining dengan pendekatan gejala.

Pada era kepemimpinan Presiden Prabowo (2024-2029) Tuberkulosis mendapat perhatian khusus dengan ditetapkan sebagai salah satu program prioritas nasional dan menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden Prabowo. PHCT Tuberkulosis menekankan strategi Deteksi, Tatalaksana dan Pencegahan.

“Active Case Finding (ACF) TB terbukti efektif dalam pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis di Kota Yogyakarta, maka dalam rangka sukses PHCT Tuberkulosis, metode tersebut akan diintegrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terutama dalam deteksi kasus Tuberkulosis”, jelas Setyogati Candra Dewi, SKM, MKM., Pemegang Program P2P Tuberkulosis terkait pelaksanaan PHCT di Kota Yogyakarta. Lebih lanjut Setyogati menjelaskan dalam pelaksanaannya ACF terintegrasi CKG akan dilakukan dengan dua cara yaitu skrining gejala TB dan skrining menggunakan alat Portable X-ray.

Secara teknis ACF teritegrasi CKG dilakukan dengan dua pendekatan :
- Tracing TB (memobilisasi kontak serumah dan kontak erat kasus TB untuk megikuti kegiatan CKG)
- Skrining TB (Melakukan skrining gejala TB maupun skrining dengan Xray pada peserta CKG)

Kepala Seksi P2M dan Imunisasi dr. Endang Sri Rahayu menjelaskan bahwa kegiatan ACF TB terintegrasi CKG di Kota Yogyakarta didanai dengan anggaran APBN tahun 2026 melalui mekanisme Swakelola Tipe II.
“Kota Yogyakarta mendapat alokasi kegiatan sebanyak 52 lokus. Dari 52 lokus kegiatan ACF terintegrasi CKG sebanyak 25 lokus menggunakan skrining dengan Portable Xray, dan 27 lokus menggunakan skrining gejala TB dan rujukan Xray ke RS Pratama”, papar dr. Endang terkait lokasi pelaksanaan ACF terintegrasi CKG.

Kegiatan ACF terintegrasi CKG dilaksanakan pada semester 2 tahun 2026, mulai tanggal 31 Juli s.d 19 November 2026. Sebanyak 52 lokus kegiatan tersebar di 45 Kelurahan di Kota Yogyakarta termasuk lokasi tempat kerja (perkantoran) dan Lapas/Rutan di Kota Yogyakarta. (ira/shol)

-
Sosialisasi Program Kesehatan Bersama DPRD dalam Posyandu Bidang Kesehatan116x tampil21/10/2026
-
Tes Kebugaran ASN Pemerintah Kota Yogyakarta160x tampil20/10/2026
-
Update Knowledge Epidemiolog dan Juru Imunisasi Puskesmas untuk Waspada Campak442x tampil16/10/2026
-
Dinkes Mengikutkan 9 Inovasi dalam Festival Inovasi Jogja 2026425x tampil13/10/2026
-
Dinkes dan PHRI Kota Yogyakarta, Koordinasi Penerapan Laik Higiene Sanitasi dan Laik Sehat183x tampil13/10/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-40 Tahun 2026, 4 - 10 Okt 202694x tampil16/10/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-39 Tahun 2026, 27 Sept - 3 Okt 2026159x tampil09/10/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-38 Tahun 2026, 20 - 26 Sept 2026229x tampil02/10/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-37 Tahun 2026, 13 - 19 Sept 2026219x tampil28/09/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-36 Tahun 2026, 6 - 12 Sept 2026254x tampil21/09/2026
- HARI INI 18.173
- BULAN INI 123.094
- TAHUN INI 1.354.329
- SEMINGGU TERAKHIR 50.694
- SEBULAN TERAKHIR 159.393
- SETAHUN TERAKHIR 1.745.616
- TOTAL PENGUNJUNG 11.101.050