Berita

Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Terintegrasi CKG di Kota Yogyakarta

Dilihat 64 kali   13/08/2026 14:59:08 WIB

Tim Website Dinkes

Active Case Finding (ACF) adalah upaya meningkatkan penemuan kasus TBC tidak terdeteksi (undetected) melalui kegiatan pro-aktif mencari orang berisiko, bergejala dan melakukan deteksi dini. Kegiatan ACF di Kota Yogyakarta telah dilakukan sejak tahun 2020 dan pada kegiatan ACF awal tersebut didukung oleh LSM Zero TB Yogyakarta. ACF dilaksanakan dengan skrining pada kelompok berisiko menggunakan mobile chest x-ray (CXR).  Penggunaan CXR dinilai lebih sensitif dibandingkan dengan skrining dengan pendekatan gejala.

img_20260813150456_image.png
Pelaksanaannya ACF terintegrasi CKG di Kelurahan Pringgokusuman, Gedongtengen

Pada era kepemimpinan Presiden Prabowo (2024-2029) Tuberkulosis mendapat perhatian khusus dengan ditetapkan sebagai salah satu program prioritas nasional dan menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden Prabowo. PHCT Tuberkulosis menekankan strategi Deteksi,  Tatalaksana dan Pencegahan.

img_20251205111019_image.png

Active Case Finding (ACF) TB terbukti efektif dalam pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis di Kota Yogyakarta, maka dalam rangka sukses PHCT Tuberkulosis, metode tersebut akan diintegrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terutama dalam deteksi kasus Tuberkulosis”, jelas Setyogati Candra Dewi, SKM, MKM., Pemegang Program P2P Tuberkulosis terkait pelaksanaan PHCT di Kota Yogyakarta. Lebih lanjut Setyogati menjelaskan dalam pelaksanaannya ACF terintegrasi CKG akan dilakukan dengan dua cara yaitu skrining gejala TB dan skrining menggunakan alat Portable X-ray.

img_20260813150515_image.png
Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis, skrining Tuberkulosis menjadi salah satu kegiatan CKG

Secara teknis ACF teritegrasi CKG dilakukan dengan dua pendekatan : 

  1. Tracing TB (memobilisasi kontak serumah dan kontak erat kasus  TB untuk megikuti kegiatan CKG)
  2. Skrining TB (Melakukan skrining gejala TB maupun skrining dengan Xray pada peserta CKG)
img_20221012150940_image.png

Kepala Seksi P2M dan Imunisasi dr. Endang Sri Rahayu menjelaskan bahwa kegiatan ACF TB terintegrasi CKG di Kota Yogyakarta didanai dengan anggaran APBN tahun 2026 melalui mekanisme Swakelola Tipe II.

“Kota Yogyakarta mendapat alokasi kegiatan sebanyak 52 lokus. Dari 52 lokus kegiatan ACF terintegrasi CKG sebanyak 25 lokus menggunakan skrining dengan Portable Xray, dan 27 lokus menggunakan skrining gejala TB dan rujukan Xray ke RS Pratama”, papar dr. Endang terkait lokasi pelaksanaan ACF terintegrasi CKG.

img_20260813150531_image.png
Pengambilan foto x-ray pada pasien untuk skrining Tuberkulosis pada kegiatan ACF terintegrasi CKG

Kegiatan ACF terintegrasi CKG dilaksanakan pada semester 2 tahun 2026, mulai tanggal 31 Juli s.d 19 November 2026. Sebanyak 52 lokus kegiatan tersebar di 45 Kelurahan di Kota Yogyakarta termasuk lokasi tempat kerja (perkantoran) dan Lapas/Rutan di Kota Yogyakarta. (ira/shol)

img_20241203104206_image.png