Berita

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) : Stress, Apakah Merupakan Gangguan Jiwa?

Dilihat 544 kali   06/10/2026 09:49:28 WIB

Tim Website Dinkes

Umbulharjo. Setiap 10 Oktober selalu diperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS), peringatan tersebut membawa pesan penting terhadap kesehatan jiwa diri pribadi, keluarga dan masyarakat. Munculnya gangguan kesehatan jiwa akan berimplikasi pada ketidakseimbangan dalam kehidupan sosial secara personal, keluarga dan masyarakat.

UU No. 18 tahun 2014 memberikan batasan terhadap kesehatan jiwa seseorang ; yaitu kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

img_20261006095316_image.png
Ilustrasi (ft. bincang.muslimah.com)

Sebaliknya seseorang disebut mengalami gangguan jiwa jika terjadi perubahan kemampuan dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari secara pribadi, sosial dan pekerjaan yang disebabkan oleh gangguan yang mempengaruhi suasana hati, pola pikir, dan perilaku yang bersifat ringan sampai berat.

img_20251205111019_image.png

Kasi P2 Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dr. Iva Kusdyarini menyebutkan prevalensi gangguan jiwa di Kota Yogyakarta pada tahun 2025 sebesar 0.35 per 100 orang. 
“Salah satu faktor risiko gangguan jiwa adalah hadirnya stressor kuat yang mempengaruhi kehidupan seseorang, stress sebenarnya bukan gangguan jiwa namun jika tidak dikelola dengan baik akan berujung pada gangguan jiwa”, jelas dr. Iva terkait dengan salah satu faktor penyebab terjadinya naiknya kasus gangguan jiwa.

img_20261006095255_image.png

Stress merupakan kondisi normal dalam kehidupan seseorang, setiap yang terjadi dalam perjalanan kehidupan seperti bekerja, pindah kerja, kehilangan orang terdekat, sakit, menikah, punya anak dan semua perubahan dalam kehidupan adalah stressor yang dapat memicu stress. Jika seseorang dapat mengatasi dengan baik setiap stress yang muncul tidak akan mempengaruhi kesehatan jiwa, justru semakin menguatkan kesehatan jiwa dan kedewasan. Namun jika tidak mampu mengatasi stress dengan baik akan berujung pada munculnya gangguan jiwa seperti gangguan kecemasan, depresi, gangguan konversi sampai skizoprenia.

“Karena stress adalah hal yang normal dalam kehidupan seseorang, maka kelola dengan baik namun jika merasa mengganggu dan semakin berat segera cari pertolongan di fasilitas kesehatan. Jika di Kota Yogyakarta setiap puskesmas tersedia psikolog yang siap dan mampu untuk memberikan pelayanan ”, urai dr. Iva.

img_20261006095433_image.png
img_20221012150940_image.png

Kenali gejala stress untuk deteksi dini secara mandiri jika mendapatkan stressor dalam kehidupan sehari-hari (ayosehat.kemenkes.go.id) ;

  1. Gelisah, perasaan berdebar-debar dan muka pucat.
  2. Seringkali mengalami insomnia atau sulit tidur atau bisa tidur tapi terasa tak nyenyak.
  3. Gejala stres lainnya adalah nafsu makan berlebih atau malah nafsu makan berkurang yang berbeda dari nafsu makan yang biasanya.
  4. Mudah tersinggung, bahkan untuk hal sepele sekalipun.
  5. Stres seringkali juga diiringi dengan keluhan sakit lainnya seperti sakit maag, sakit perut dan sakit kepala. 
  6. Kesulitan untuk konsentrasi juga sering muncul ketika seseorang mengalami stres.

Tips Mengelola Stres

  1. Sampaikan keluhan atau permasalahan yang dialami kepada orang yang bisa dipercaya, kepada pasangan, sahabat atau psikolog. 
  2. Melakukan aktivitas yang disukai dan membuat bersemangat. 
  3. Mendekatkan diri kepada Tuhan dengan meningkatkan ibadah dan bersedekah. Bersedekah bisa menumbuhkan rasa bahagia karena bisa membantu orang lain sehingga menurunkan kadar stres.
  4. Memperbanyak berpikir positif dan menenangkan pikiran dengan relaksasi. 
  5. Berolahraga secara teratur, makan bergizi, istirahat yang cukup dan menerapkan gaya hidup bersih dan sehat.

Selain menyelesaikan stressor, hadirkan sikap qonaah, rasa yukur atas nikmat yang diberikan Tuhan, menguatkan kesabaran dan Ikhlas menerima akan meneguhkan kekuatan dan kesehatan jiwa.

Dari berbagai sumber
(shol)

img_20241203104206_image.png