Berita
Mempertajam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular
Dilihat 5732 kali 18/03/2023 20:41:32 WIB
Tim Website Dinkes
Merujuk Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/863/2023 Tentang Percepatan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Prioritas pada 1 Maret 2023 bahwa Indonesia tengah menghadapi beban tinggi penyakit katastropik seperti stroke, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, ginjal dan kanker.

Dan faktor risiko tertinggi penyebab kematian dan kesakitan dari penyakit tidak menular (PTM) adalah hipertensi, merokok, asupan gula, garam dan lemak tinggi, serta indeks massa tubuh tinggi (berat badan berlebih).
Permasalahannya adalah sedikit dari penderita PTM yang mengetahui dirinya sedang sakit, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan hanya 3 dari 10 orang penderita penyakit tidak menular yang mengetahui dirinya sakit.
Sebenarnya Jika faktor risiko dan penyakit tidak menular segera diketahui lebih dini maka angka kesakitan dan kematian akibat penyakit ini dapat ditekan, pembiayaan kesehatan menjadi lebih kecil, produktifitas dan kualitas hidup masyarakat menjadi meningkat. Memperhatikan hal tersebut Dinas Kesehatan Kota melakukan upaya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM).
Pada 15 Maret 2023 terkait deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak menular dan Kesehatan Jiwa melakukan Rapat koordinasi Lintas sektor Deteksi Dini faktor Risiko PTM . Kegiatan yang dilksanakan di Saphire Hotel tersebut dihadiri lintas sektor (OPD) terkait Kepala Puskesmas dan utusan Kemantren.

“Rapat koordinasi ini dilakuka sebagai upaya untuk mempertajam upaya dan mendisain peningkatan cakupan detekai dini faktor risiko PTM pada usia 15 tahun ke atas dan konsolidasi rencana kegiatan terpadu bersama lintas sektor utk upaya pencegahan dan pengendalian PTM khususnya Diabetes Mellitus”, jelas dr. Iva Kusdyarini Kepala Seksi PTM dan Keswa terkait dengan kegiatanm tersebut.
Sementara Kabid P2P PD SIK dr. Lana Unwana menyampaikan : “Diharapkan dengan peran lintas sektor dalam pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dapat segera dilakukan tindakan dan tatalaksana sehingga kejadian penyakit risiko perburukan dapat dicegah”.
(Iva/SDR)

-
Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Terintegrasi CKG di Kota Yogyakarta341x tampil13/08/2026
-
Bimtek Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk Pengusaha IRTP272x tampil10/08/2026
-
Koordinasi Penggunaan Fingerprint untuk Pasien di Puskesmas Kota Yogyakarta420x tampil29/07/2026
-
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia, 28 Juli562x tampil28/07/2026
-
Pelatihan Manajemen Risiko Pegawai Dinas Kesehatan455x tampil27/07/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-33 Tahun 2026, 16 - 22 Agustus 202680x tampil28/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-32 Tahun 2026, 9 - 15 Agustus 2026146x tampil21/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-31 Tahun 2026, 2 - 8 Agustus 2026177x tampil14/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-30 Tahun 2026, 26 Juli - 1 Agustus 2026240x tampil07/08/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-29 Tahun 2026, 19 - 25 Juli 2026212x tampil31/07/2026
- HARI INI 3.762
- BULAN INI 12.424
- TAHUN INI 1.113.270
- SEMINGGU TERAKHIR 25.905
- SEBULAN TERAKHIR 105.513
- SETAHUN TERAKHIR 1.741.705
- TOTAL PENGUNJUNG 10.859.991
