Berita
Ayo Bersama Akhiri TB, Kota Yogyakarta Bisa, ...Yes ! We Can End TB ...
Dilihat 15656 kali 24/03/2023 10:38:15 WIB
Tim Website Dinkes
Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. TBC utamanya menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening,dan lainnya ketika bakteri TBC keluar dari paru-paru melalui aliran darah. Kondisi ini disebut TBC Ekstra Paru.

TBC bukan penyakit keturunan dan bukan disebabkan oleh kutukan atau guna-guna. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, kaya). Hanya sekitar 10% diantara orang yang terinfeksi akan jatuh sakit, namun, bakteri TBC dapat hidup dalam kondisi non-aktif (laten) seumur hidup dan menjadi aktif saat daya tahan tubuh melemah.
Apa Gejala TBC
Gejala utama adalah batuk berdahak terus-menerus selama 2-3 minggu atau lebih yang dapat disertai gejala-gejala lainnya seeprti:
- Sesak napas dan nyeri pada dada
- Batuk bercampur darah
- Badan lemah dan rasa kurang enak badan
- Kurang nafsu makan dan berat badan menurun
- Berkeringat pada malam hari meskipun tidak melakukan kegiatan
Bagaimana TBC Menular?
Bakteri TBC dapat menular melalui udara ketika partikel dahak orang dengan TBC paru keluar saat batuk, bersin dan berbicara. Percikan-pericakan dahak tersebut yang mengandung bakteri dan dapat melayang-layang di udara seingga terhirup oleh orang lain. Pasien TBC dengan bakteri positif dapat menularkan kepada 10-15 orang per tahun di sekitarnya. Namun, jika orang yang terinfeksi mempunyai daya tahan tubuh yang baik, ia tidak akan langsung sakit TBC. Sebanyak 5-10% orang yang tertular dapat menjadi sakit TBC.

“TOSS TBC”
Merupakan sebuah gerakan atau kampanye untuk Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh TBC di Indonesia. Kampanye ini menjadi salah satu pendekatan untuk menemukan, mendiagnosis, mengobati dan menyembuhkan pasien TBC, serta menghentikan penularan TBC di masyarakat.
TOSS TBC menargetkan 90 persen penurunan insiden TBC dan 95 persen penurunan kematian TBC pada tahun 2030. Langkah-langkah yang dilakukan TOSS TBC meliputi, mencari dan menemukan gejala di masyarakat, mengobati TBC dengan tepat, hingga memantau pengobatan TBC sampai sembuh.

Prinsip dan Strategi TOSS TBC
Prinsip dan strategi program yang diformulasikan untuk diimplementasikan secara komprehensif,
terpadu, dan sinergis dalam mengeliminasi TBC, meliputi:
- Penguatan Kepemimpinan Program TB berbasis kabupaten/kota
- Meningkatkan akses layanan TB yang bermutu
- Pengendalian faktor risiko
- Penguatan kemitraan TB melalui forum koordinasi
- Peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pengendalian TB
- Memperkuat sistem kesehatan dan manajemen TB

Ilustrasi bakteri tuberkulosis di paru (sumber : ai-care)
Mengapa TBC perlu dieliminasi?
Mengakhiri epidemi TBC menjadi salah satu target penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang harus dicapai bersama dengan tujuan-tujuan lainnya oleh suatu negara untuk dapat sejahtera dan setara. Kolaborasi seluruh pihak dalam eliminasi TBC Penyakit TBC tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Menjangkau setiap orang dengan TBC dan memastikan setiap pasien diobati sampai sembuh membutuhkan pendekatan yang melampaui sektor kesehatan. Sebagai salah satu upaya mewujudkan Cakupan Kesehatan Semesta, keberhasilan eliminasi TBC ditentukan pada kontribusi dan kolaborasi lintas sektor oleh multi-pihak dan seluruh lapisan masyarakat secara berkesinambungan. Setiap sektor mempunyai peran penting dan semua perlu mengambil bagian untuk menyukseskan target eliminasi TBC sebelum tahun 2030. Saat ini sudah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC. Penerbitan Perpres 67 tahun 2021 adalah penegasan kembali tentang komitmen Presiden dan sebagai acuan bagi Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah.
Komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mendukung Eliminasi Tuberkulosis di Kota Yogyakarta adalah dengan menerbitkan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 7 tahun 2023 tentang Rencana Aksi Daerah Penangggulangan Tuberkulosis yang memuat upaya-upaya yang dilakukan baik oleh sektor kesehatan maupun sektor lain termasuk swasta dan para pemangku kepentingan dalam melaksanakan strategi Eliminasi TBC.

Menuju Eliminasi TBC tahun 2030 maka semua pihak harus bersinergi untuk menemukan dan mengobati sebanyak-banyaknya pasien TBC sebagai upaya memutus rantai penularan TBC di masyarakat, disamping memberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT) untuk mencegah Infeksi Laten TBC (ILTB) menjadi TBC aktif.
oleh : Setyogati Candra Dewi (Wasor TBC/ Epidemiolog Kesehatan)
-
Dinkes Membuka Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan140x tampil12/05/2026
-
Kota Yogyakarta masuk Nominasi Kota Percontohan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nasional171x tampil12/05/2026
-
Semiloka Nasional Adinkes 2026 di Mataram, Dinkes Kota Yogyakarta Memperoleh Special Appreciation225x tampil06/05/2026
-
Pelantikan Pejabat di Lingkungan Dinas Kesehatan586x tampil29/04/2026
-
Memperingati Hari Malaria Sedunia 2026, Kota Yogyakarta Tetap Waspadai Kasus Impor509x tampil29/04/2026
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
Last Updated 3 min ago
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-18 Tahun 2026, 3 - 9 Mei 202691x tampil13/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-17 Tahun 2026, 26 April - 2 Mei 2026141x tampil08/05/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-16 Tahun 2026, 19 - 25 April 2026179x tampil30/04/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-15 Tahun 2026, 12 - 18 April 2026203x tampil24/04/2026
-
Buletin dan Tren Mingguan W2 SKDR Puskesmas dan RS Minggu Ke-14 Tahun 2026, 5 - 11 April 2026217x tampil17/04/2026
- HARI INI 4.161
- BULAN INI 88.056
- TAHUN INI 666.999
- SEMINGGU TERAKHIR 44.831
- SEBULAN TERAKHIR 159.390
- SETAHUN TERAKHIR 1.811.133
- TOTAL PENGUNJUNG 10.413.720

